Jakarta, INDONEWS.ID - Inter Milan gagal merebut tiket perempatfinal final usai kalah dari Fluminense di babak 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2025.
Pada laga yang berlangsung di Stadion Bank of America itu, pasukan Cristian Chivu mengalami kekalahan 0-2 dari Fluminense.
Gol kemenangan Fluminense dicetak oleh Cano 3 di menit ke-3 dan Hércules pada menit 90+3. Kemenangan ini menguburkan ambisi Inter maju ke babak perempatfinal.
Kekalahan ini membuat beberapa pemain, termasuk sang kapten Lautaro Martinez kecewa dan mengekspresikan kekecewaan itu secara lugas.
Komentar pedas Lautaro Martinez yang secara terbuka menyindir pemain beberapa pemain menimbulkan konflik internal. Sang pelatih pun menyikapi situasi panas itu dengan bijak.
Sembari berada di pihak kapten, pelatih anyar yang baru memimpin 4 laga ini mengingat pentingnya penyampaian rasa kecewa dengan cara yang lebih sejuk agar tidak merusak kekompakan tim ke depan.
"Saya juga mengatakan dalam konferensi pers saya bahwa kita semua harus bekerja ke arah yang sama, hanya saja saya sedikit lebih diplomatis dan Lautaro masuk dengan `tekling keras`," kata Chivu.
Sebagai pelatih, Chivu sadar betul bahwa ia harus bisa meredam gejolak internal. Menurut dia, ambisi dan kerja keras adalah harga mati untuk musim depan.
Bagi Chivu, Piala Dunia Antarklub menjadi kesempatan berharga untuk mengenal skuadnya secara lebih mendalam. Ia kini memiliki bekal penting untuk merencanakan musim depan dengan lebih baik.
"Saya selalu melihat gelas setengah penuh, jika tidak, itu membuat saya sakit kepala. Jadi, mari kita membangun dari tiga pekan ini untuk merencanakan musim depan," ujar Chivu kepada Sport Mediaset.
Chivu mengakui bahwa Fluminense tampil lebih segar dan tajam ketimbang timnya. Ia juga mengkritik pendekatan para pemainnya yang dinilai terlalu angkuh di atas lapangan.
Dia menilai, anak asuhnya terlalu ingin memainkan sepak bola indah padahal seharusnya bisa bermain lebih sederhana. Ia juga menyoroti level energi timnya yang sudah terkuras habis.
"Secara keseluruhan, Anda semua bisa melihat level energi kami. Kami mencoba hingga akhir untuk membalikkannya, dan juga tidak beruntung karena membentur tiang dua kali dan dengan peluang Stefan de Vrij itu," ungkapnya.
Diketahui, kekalahan ini menjadi puncak dari musim yang sangat mengecewakan bagi Inter Milan. Ini yang memicu kapten Lautaro Martinez marah dalam sesi wawancara setelah laga.
Saat ditanya mengenai komentar pedas sang kapten, Chivu memberikan jawaban yang sangat menarik. Ia menegaskan bahwa sebagai pemenang, para pemain harus menunjukkan harga diri dan karakter mereka.
"Saya juga mengatakan dalam konferensi pers saya bahwa kita semua harus bekerja ke arah yang sama, hanya saja saya sedikit lebih diplomatis dan Lautaro masuk dengan `tekling keras`," katanya.
Ia menegaskan, untuk bisa menebus musim yang sulit, semua elemen tim harus memiliki ambisi yang sama. Semua pemain harus bekerja keras untuk tujuan bersama.
"Tetapi pesan ini berlaku untuk semua orang, di dalam tim dan klub yang ingin menebus musim yang sulit, kami perlu merencanakan musim depan dengan ambisi," pungkasnya.