Nasional

PNM Targetkan 16 Juta Nasabah pada 2025, Fokus pada Pemberdayaan dan Perluasan Wilayah 3T

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 07/07/2025 18:29 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menargetkan peningkatan jumlah nasabah aktif menjadi 16 juta sepanjang tahun 2025. Strategi utama untuk mencapai target tersebut berfokus pada penguatan program pemberdayaan berbasis pelatihan dan pendampingan kepada para nasabah di seluruh Indonesia.

Direktur Operasional PNM, Sunar Basuki, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Maret 2025, jumlah nasabah aktif PNM telah mencapai 15,4 juta orang yang tersebar di hampir seluruh wilayah tanah air. Guna mencapai target 16 juta nasabah, PNM terus memperluas kegiatan pemberdayaan secara masif.

“Setiap hari kami menyelenggarakan sekitar 60 kegiatan pelatihan, baik dalam bentuk training, coaching, maupun mentoring. Sepanjang tahun, total kegiatan pemberdayaan yang kami lakukan bisa mencapai lebih dari 15.000 event,” kata Sunar saat ditemui di Jakarta, Senin (30/6/2025).

PNM juga membidik segmen masyarakat unbankable dan invisible, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sunar menegaskan bahwa daerah 3T menjadi fokus pengembangan karena masih belum tersentuh banyak lembaga keuangan.

“Di sana hampir tidak ada kompetitor karena secara bisnis belum tentu menguntungkan pada tahun pertama. Namun kami membidik pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.

Seiring dengan ekspansi jangkauan dan peningkatan program pemberdayaan, PNM juga mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan. Pada tahun buku 2024, PNM dan entitas anak berhasil membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp1,49 triliun. Meskipun sedikit menurun dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar Rp1,64 triliun, perseroan mencatat peningkatan pendapatan dan beban bunga serta syariah bersih sebesar 9,64% YoY menjadi Rp13,37 triliun dari sebelumnya Rp10,55 triliun.

“Tahun ini, kami optimistis bisa mencatatkan pertumbuhan laba bersih dua digit. Salah satu faktor pendorong utamanya adalah kolaborasi yang semakin intens dan peningkatan kualitas pembiayaan,” lanjut Sunar.

Meski tidak menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan setinggi laba, PNM berharap peningkatan kualitas kredit mampu menjaga profitabilitas perusahaan secara berkelanjutan. Hingga akhir 2024, total pembiayaan yang disalurkan secara konsolidasi mencapai Rp73,93 triliun, dengan lebih dari 15,4 juta nasabah pembiayaan.

Adapun, jaringan layanan PNM telah menjangkau 452 kabupaten/kota dan 6.165 kecamatan di 36 provinsi, melalui 4.594 kantor layanan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dengan fokus pada pemberdayaan dan perluasan akses keuangan bagi masyarakat di daerah terpencil, PNM berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Artikel Lainnya