Daerah

Bangun Supertim, MMS Harus Mulai Hadir dalam Setiap Event di Jawa Barat

Oleh : very - Minggu, 13/07/2025 21:50 WIB


Sejumlah tokoh Sunda menghadiri acara hari ulang tahun (milangkala kahiji) Majelis Musyawarah Sunda (MMS) di Bumi Aki Heritage Jl. RE Martadinata No 51 Bandung, Jawa Barat, Minggu (13/7/2025). (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Sejumlah tokoh Sunda menghadiri acara hari ulang tahun (milangkala kahiji) Majelis Musyawarah Sunda (MMS) di Bumi Aki Heritage Jl. RE Martadinata No 51 Bandung, Jawa Barat, Minggu (13/7/2025).

Hadir para pinisipuh (sesepuh) MMS Burhanudin Abdullah (mantan Gubernur Bank Indonesia) yang juga Komisaris Utama PLN. Juga hadir Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Atip Latipul hayat, Sekda Propinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, mantan KASAL Laksamana TNI ( Purn) Dr. Ade Supandi, Rektor Universitas Al Azhar Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, mantan Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat, mantan Ketua KPK Irjen Pol (Purn) Taufiequrachman Ruki dan Komisaris PT Sunra Distributor Indonesia Ismeth Wibowo.

Selanjutnya, hadir pula Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Dr. Buky Wibawa, mantan anggota DPR RI Popong Otje Djundjunan, mantan Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan, mantan Wagub Jabar Nu`man Abdul Hakim, Sri Radya Keraton Sumedang Larang Rd. Ikik Loekman Soemadisoeria, Ketua Panata Gawe MMS Andri Kantaprawira.

Hadir pula, Nina Kurnia Hikmawati, GM PLN Jawa Barat Tonny Bellamy, Ketua DPD IKAL Lemhanas Jawa Barat Mayjen TNI (Purn) Deni K. Irawan, Prof. Dr. Haula Rosdiana, Profesor Perpajakan wanita pertama di Indonesia dan mantan anggota DEN Herman Agustiawan.

Majelis Musyawarah Sunda (MMS) genap berusia satu tahun, tepatnya pada 8 Juli 2025 lalu. MMS merupakan ruang silaturahmi, rembuk gagasan, dan katalis sinergi bagi masyarakat Jawa Barat, Banten, Daerah Khusus Jakarta, Sunda Perantauan, dan Sunda Diaspora dalam membangun peradaban Sunda yang berkontribusi nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peringatan milangkala kahiji MMS diisi dengan rangkaian pidato dari pimpinan Pinisepuh serta Panata Gawe, penayangan dokumentasi satu tahun kegiatan MMS, dan soft launching laman resmi MMS sebagai sarana komunikasi publik.

Dalam pidatonya, Burhanudin Abdullah mengharapkan agar MMS selalu tampil dalam setiap event di Jawa Barat.

“Pemerintah selalu mengharapkan peran serta masyarakat. Karena itu, MMS harus selalu tampil bersama-sama pemerintah,” ujarnya.

Dia mengatakan, ke depan, MMS diharapkan bisa membuat program-program konkret yang sangat dibutukan masyarakat. ”Untuk tahun kedua ini, mulailah dengan langkah atau pekerjaan yang terencana, berkelanjutan, untuk menjawabi kesulitan masyarakat,” katanya.

Selama satu tahun yang telah dilalui ini, kataya, MMS telah sangat baik menjalankan perannya. ”Karena itu, saya berharap agar peran tersebut terus ditingkatkan. Setiap program pemerintah sebisa mungkin dikonfirmasi oleh MMS,” ujar Burhanudin Abdullah.

Sekda Jawa Barat, Dr. dr Herman Suryatman dalam pesan singkatnya mengharapkan agar MMS bisa terus membangun supertim. ”Saya berharap agar MMS terus membangun Jawa Barat, bukan superman, tapi dengan supertim,” ujarnya.

Ketua Panata Gawe MMS, Andri P. Kantaprawira menyatakan apresiasinya kepada seluruh elemen yang terlibat dalam gerakan MMS selama satu tahun terakhir.

“Saatnya MMS melangkah lebih konkret. Gagasan hebat perlu dijelmakan menjadi program nyata, terukur, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Andri pada Sabtu seperti dikutip dari majmussunda.id.

Andri menegaskan bahwa masukan dari para pinisepuh dan anggota MMS menjadi bahan penting dalam mematangkan program-program strategis menuju konsolidasi tahun kedua.


Sejumlah Capaian
Sejumlah capaian awal telah diraih, seperti penyusunan Kurikulum Kepemimpinan Sunda, pemetaan sektor strategis melalui Term of Reference (TOR), pembentukan database komunitas dan tokoh Sunda, serta penguatan komunikasi digital melalui kanal media sosial.

Organisasi tersebut menyerukan pemerintah pusat maupun daerah untuk tetap setia Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menyejahterakan rakyat, dan membangun tatanan sosial yang adil, makmur, serta berkelanjutan dengan menjaga kelestarian sumber daya alam.

MMS memiliki komitmen untuk mengawal arah kebijakan publik dan menjadi bagian aktif dalam mendorong tata kelola negara yang berpihak pada rakyat.

Karena itu, MMS memosisikan diri sebagai kekuatan moral yang berdiri di tengah, dengan pikukuh ngadek sacekna, nilas saplasna, yakni menyuarakan kebenaran sebagai kebenaran, dan kesalahan sebagai kesalahan.

”Seluruh masyarakat Sunda dan keturunannya, MMS menyerukan pentingnya persatuan dalam semangat silih asah, silih asih, silih asuh, serta kepedulian terhadap lemah cai, budaya, dan ketahanan sosial masyarakat Sunda demi Sunda Sarakan dan Sunda Nagara,” ujar Andri.

MMS juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk bergotong royong membangun Indonesia yang tangguh dan berdaya saing di tengah pergaulan global, serta mampu menjawab tantangan zaman.

“MMS meyakini bahwa apabila Sunda Mulya, maka Nusantara akan Jaya. Untuk itu, MMS mengajak masyarakat Sunda meneladani nilai perjuangan para tokoh Sunda modern seperti Otto Iskandardinata, Ir. Djuanda Kartawidjaja, Dewi Sartika, Maria Ulfah Santoso, Mochtar Kusumaatmadja, R.A.A. Martanegara, K.H. Ahmad Sanusi, dan lainnya yang telah membaktikan hidupnya untuk kepentingan bangsa melalui jalan ilmu, keadilan, dan integritas,” ujar Andri.


Agenda Strategis Tahun Kedua

Sementara terkait agenda strategis ke depan, MMS akan membahasnya dalam Musyawarah Tahunan MMS di Bandung, pertengahan Oktober 2025 mendatang. Kegiatan akan dihadiri Presidium dan Pinisepuh, Para Pakar, Badan Pekerja serta jejaring MMS dari seluruh wilayah terkait MMS.

Memasuki tahun kedua, MMS menargetkan penyusunan dokumen Rencana Strategis (Renstra), aktivasi penuh sektor-sektor kerja, dan penguatan fungsi diseminasi, serta pematangan program-program pendidikan dan advokasi berbasis kearifan lokal. Seluruh langkah ini akan didorong oleh tata kelola lebih terstruktur, partisipatif, dan orientasi hasil jelas.

“Acara Musyawarah Tahunan MMS akan dimeriahkan Sunda Raya Expo yang memamerkan produk Kebudayaan Sunda, baik kebudayaan benda maupun tak benda, seperti kuliner, penca, tari, kujang, buku-buku, dan lain sebagainya,” pungkas Andri.

Seperti diketahui, MMS lahir pada 8 Juli 2024 sebagai jawaban atas kebutuhan akan wadah strategis masyarakat Sunda lintas bidang yang menjunjung nilai silih asah, silih asih, silih asuh. Dalam satu tahun perjalanan, MMS telah membentuk forum-forum tematik yang menjangkau isu budaya, pendidikan, kebijakan publik, hingga ekonomi kerakyatan.

Adapun organisasi terdiri dari Pinisepuh (di dalamnya ada 13 Presidium), Panata Pikir (Dewan Pakar), dan Panata Gawe (Badan Pekerja). Mereka yang menjadi Pinisepuh antara lain para tokoh nasional representasi Sunda, Banten, dan Jakarta, antara lain Sunda (Burhanuddin Abdullah, Prof Ganjar Kurnia, Laksamana Purn. Ade Supandi), Banten (Taufiequrachman Ruki), dan Jakarta (Bang H. Oding & Halimah Munawir). *

Artikel Lainnya