Jakarta, INDONEWS.ID - Di tengah tekanan kehidupan urban yang semakin kompleks, kebutuhan akan ruang jeda dan penyembuhan diri menjadi semakin nyata. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat, sekitar 2 dari setiap 100 pemuda Indonesia berusia 15–24 tahun (Gen Z) mengalami depresi.
Fenomena ini mencerminkan pentingnya ruang aman untuk bernapas, merefleksi, dan terhubung kembali dengan diri sendiri di tengah gempuran tuntutan sosial dan digital.
Menjawab kebutuhan tersebut, SuaraHening bekerjasama dengan Hening dan Titisan menggelar Class Launching Suara Hening bertempat di Ruang Palalada, Alun-Alun Grand Indonesia, Jakarta pada (1/8/25). Acara ini menghadirkan pengalaman unik yang menggabungkan keheningan, aroma, dan suara sebagai jalan menuju ketenangan dan penyembuhan holistik.
Suara Hening bukan sekadar program relaksasi, melainkan sebuah ajakan untuk “pulang” ke dalam diri. Acara ini mengundang masyarakat untuk melepaskan diri dari kebisingan luar dan dalam, dan membuka ruang bagi kehadiran penuh tanpa perlu berkata-kata.
Dengan menghadirkan brand aromaterapi Titisan, platform kesehatan mental Ruang Hening, serta para praktisi healing berpengalaman, peserta diajak untuk menyelami keheningan sebagai jalan pulang yang mendalam.
Acara dibuka sekaligus dipandu oleh Astrid Hendrawati, seorang Life Coach dengan pendekatan empatik, yang membantu peserta mengenali pola stres tersembunyi dalam keseharian.
“Banyak dari kita tidak sadar bahwa tubuh dan pikiran terus menanggung beban berat. Dengan hadir secara sadar dan jujur pada apa yang kita rasakan, proses penyembuhan bisa mulai terjadi. Jadi sadar bernafas,” ujar Astrid.
Melalui metode Points of You®, peserta akan diajak mengeksplorasi emosi dan pengalaman hidup dengan bantuan kartu visual dan kata kunci, tanpa penghakiman. Pendekatan ini mendorong kesadaran bahwa keheningan bukan kekosongan, melainkan ruang untuk penemuan diri.
Titisan Experience akan membawa peserta ke pengalaman sensorik dengan aroma minyak atsiri khas Indonesia—seperti jahe, lada hitam, kayu putih, dan minyak lawang—yang berfungsi menenangkan sistem saraf.
Irena Adriana, General Manager Titisan, mengatakan, “Kami percaya bahwa aroma adalah bahasa halus yang bisa menyentuh jiwa. Melalui Titisan, kami ingin menghadirkan pengalaman sensorik yang membantu peserta lebih terhubung dengan dirinya.”
Pengalaman kemudian dilanjutkan dengan Sound Healing oleh Anggia Hapsari, menggunakan Himalayan singing bowls dan instrumen vibrasional lainnya. “Melalui getaran dan frekuensi, tubuh diberi ruang untuk memulihkan diri secara alami,” ungkap Anggia.
Sebagai mitra kolaboratif, Ruang Hening memperkenalkan pendekatan holistik terhadap kesehatan mental. Perwakilan dari Ruang Hening menyampaikan bahwa keheningan adalah tempat untuk menyadari dan mengintegrasikan emosi secara penuh dan tanpa penghakiman.
“Suara Hening adalah wujud nyata dari ruang itu, sebuah ajakan untuk berinvestasi pada kesehatan mental kita dengan kembali pada diri sendiri.”
Suara Hening terbuka bagi siapa saja, baik mereka yang sedang mencari kelegaan batin, menavigasi emosi yang kompleks, maupun yang ingin sejenak beristirahat dari kebisingan hidup.
Acara ini merupakan bagian dari peluncuran Wellness Class, dan didukung penuh oleh Alun Alun Indonesia, Titisan, Ruang Hening, Kin + Ally, BrewCha, dan Three International.
"Kadang, yang kita butuhkan hanyalah ruang tenang—untuk diam, merasa, dan akhirnya pulih. Suara Hening adalah kesempatan itu," tutup Astrid.