Jakarta, INDONEWS.ID - Kerinduan warga Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kampung halaman terbayar tuntas kala berkumpul di Gelanggang Olahraga Bulungan, Jakarta Selatan.
Lewat Misa Raya dan Festival Budaya Diaspora Manggarai Raya, perayaan itu menyatukan warga Manggarai yang tersebar di Jabodetabek dengan satu tekad, memgakar, tumbuh bersama, rembuk dan bersatu.
Lebih dari 2000an warga Manggarai sejak pukul 15.00 mendatangi GOR Bulungan, Sabtu (02/08) seluruhnya mengenakan atas putih dan bawahan hitam, dan tak lupa kain khas Manggarai, Songke dengan berbagai motif tersampir di pundak.
Banyak tokoh penting di republik ini yang ikut hadir, di antaranya wartawan Senior Kompas, Rikard Bagun, Presiden Direktur Nusantara TV, Don Bosco Salamun. Hadir pula Pemred Indonews.id, Asri Hadi selaku pencinta budaya nusantara yang ingin menyaksikan tarian dan budaya Manggarai.
Kain Songke ini menjadi `kunci` kehadiran warga Manggarai di Bulungan, semua yang hadir wajib mengenakan kain tersebut. Sebuah kain tenun tradisional yang umumnya memiliki warna dasar hitam dengan motif khas seperti Ranggong, Su`i, Jok, Ntala, Wela Runu, dan Wela Kaweng.
Kain Songke memiliki peran penting dalam berbagai upacara adat, seperti upacara pernikahan, ritual penyambutan tamu, dan juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kain songke ini juga dikenakan Asri Hadi, namun bukan disampirkan di pundak melainkan dikenakan sebagai tutup kepala (peci) khas Manggarai dengan motif rumah adat.
Setelah perayaan Misa berakhir, dilanjutkan dengan makan malam bersama. Aneka hidangan khas daerah yang dikenal sebagai kopi dan komoditas perkebunan lainnya. Mulai dari ikan dengan bumbu khas Manggarai sampai daging asap tersedia, bahkan jagung dan umbi rebus pun ada di meja hidangan.
Lagu-lagu Manggarai bergema lewat pengeras suara, menemani makan malam mereka. Indonews.id sempat mencicipi hidangan asli Manggarai, ikan dengan bumbu rempah, begitu lidah mencecap ada sensasi nikmat apalagi bercampur nasi putih, makin terasa sedap.
Acara pun berlanjut ke pagelaran budaya, yaitu pentas seni dan tari yang dibawakan berbagai komunitas warga Manggarai. Ketika seorang penyanyi pria senior membawakan lagu Manggarai dengan iringan musik Manggarai nan enerjik, satu persatu warga ikut menari mengikuti irama musik, ruangan luas di depan panggung pun disesaki warga yang menari penuh riang gembira.
Aneka bucaya Manggarai Raya, yang terdiri dari Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur terus dipentas di pagelaran budaya itu. Sampai berita ini diturunkan GOR Bulungan masih dipenuhi diaspora Manggrai. Mereka tetap bertahan hingga acara selesai, dimana acara akan ditutup dengan bingkai simfoni NTT dan diujung acara diisi dengan gerak dan lagu Nusantara.