Nasional

Ada Makna Dibalik Lembar Uang, Cucu Husni Thamrin: Belajar bisa Lewat Selembar Rupiah

Oleh : rio apricianditho - Jum'at, 15/08/2025 12:33 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID -  Ada makna yang dalam dibalik lembar rupiah, itu tersingkap kala Bank Indonesia mengelar Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (Ferbi) lewat dialog kebangsaan di acara tersebut. Cucu pahlawan Nasional M. Husni Thamrin mengatakan, belajar sejarah bamgsa bisa lewat selembar uang, perhatikan dan cermati lalu cari tahu apa saja yang ada di uang itu, di Istora Senayan komplek Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (15/08). 

Diennaryati Tjokrosuprihatono merupakan cucu dari M. Husni Thamrin tampil menjadi pembicara di dialog kebangsaan di festival tersebut. Ia mengatakan, para guru bisa mengajarkan anak didiknya tentang kepahlawanan, budaya, flora dan fauna lewat selembar uang. 

"Kala mengajar guru cukup membawa selembar uang, lalu minta para murid memperhatikan ada apa saja di lembaran uang, lalu kulik yang ada di uang itu. Selain itu ini juga mendidik murid cinta terhadap rupiah agar kita semakin kuat", ungkapnya. 

Dikatakan, hanya selembar uang kita bisa mempelajari kepahlawan tokoh nasional, gambarnya di uang tersebut membuat kita penasaran siap dia. Dengan rasa ingin tahu kita bisa mencari tahu gambar pahlawan di uang itu dan bisa kita teladani perjuangan para pahlawan yang ada di lembaran uang. 

Mantan duta besar yang bertugas di Ekodor, bangga kakeknya ada di lembaran uang Rp. 2000, baginya uang pecahan 2000 rupiah adalah cerminan sifat kakeknya yang merakyat. Pecahan itu selalu ada di kantong masyarakat, jadi gambar kakeknya pasti ada disetiap hati masyarakat Indonesia. 

"Saat diriku ditanya apakah kecewa gambar opa di pecahan 2000 rupiah, saya malah bangga karena itu seperti karakter opa yang peduli dengan rakyat kecil. Dan pecahan 2000 rupiah ternyata uang yang paling banyak dicetak", ucapnya. 

Sebelumnya Dinneryati menceritakan bagaimana kakeknya berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, Husni Thamrin bukanlah pejuang yang angkat senjata tapi melalui otak dan pikirannya dan juga diplomasi. Seorang sejarawan mengatakan Husni Thamrin adalah pejuang yang holistik, berjuang dengan pemikirannya kemampuan dia berdiplomasi. 

Meski seorang pejabat masa kolonial tapi Husni Thamrin kerap terjun ke masyarakat dan memperjuangkan apa yang rakyat butuhkan. Saat itu Husni Thamrin menjadi anggota dewan, dan apa yang diinginkan masyarakat diperjuangkan di sana meski kebanyakan anggotanya orang Belanda, dengan diplomasinya banyak keinginan rakyat dipenuhi saat itu. 

"Ketika ibuku belajar pakai lampu terang dan anak-anak betawi hanya lampu minyak, Husni memperjuangkan itu dan akhirnya didirikan perusahaan listrik sebagai cikal bakal PLN", tuturnya. 

Pintu air Manggarai dan adanya perusahaan air bersih di Jakarta merupakan perjuangan Husni Thamrin yang tak tenang melihat warga Jakarta (Betawi) kebanjiran dan masih banyak menggunakan air keruh untuk keperluan sehari-hari. 

Ketika Husni Thamrin dimakamkan, Bung Karno meminta batu besar dari Batu Tulis, Bogor diletakan di makam kakeknya, yang dikeliling batu kecil. "Dia ini pejuang besar ditengah masyarakat kecil" ucapan Ir. soekarno yang ia katakan di dialog kebangsaan. 

Menutup pembicaarannya, Dinneryati mengatakan, Cintailah bangsa ini tanpa cinta kita tidak bisa apa, dan cintailah rupiah sebagai wujud cinta tanah air, maka jagalah NKRI dan cintai rupiah agar kita berdaulat.

TAGS :

Artikel Lainnya