Jakarta, INDONEWS.ID-Inter Miami melanjutkan laga Major League Soccer (MLS) pekan ke-24 dengan meladeni LA Galaxy, tim MLS dari wilayah Barat.
Berlangsung di Chase Stadium, Minggu (17/8/2025) pagi WIB, duel kedua tim, wakil wilayah timur dan barat itu berlangsung seru.
Tuan rumah Miami menjamu tamu dengan optimisme tinggi sebagai klub yang berada di peringkat 5 MLS wilayah timur saat ini.
Sementara LA Galaxy tercecer di peringkat akhir atau 20 klasemen MLS wilayah barat. Meskipun berbeda secara peringkat, tim tamu tetap memberikan perlawanan seru.
Buktinya, sepanjang babak pertama, mereka menguasai bola mencapai 56 persen berbanding 44 persen.
Namun, dari sisi efektivitas, Miami lebih unggul. Tuan rumah memberikan tekanan langsung ke jantung pertahanan.
Dampaknya, Miami melepaskan 12 tembakan, 3 tembakan tepat sasaran dan menghasilkan 4 sepak pojok.
Sementara LA Galaxy belum satupun tembakan ke gawang Miami. Mereka banyak berkutat di lapangan tengah.
Pada laga ini, pelatih Inter Miami Javier Mascherano memainkan taktik 4-2-3-1. Suarez seorang diri dipercaya sebagai striker.
Mascherano memutuskan untuk mencadangkan Messi dan De Laul. Untuk menopang Suarez, Pacault, Segovia dan Allende menjadi pilihan paten.
Cremaschi dan Sergio Busquets menjadi pengatur sekaligus pengimbang kekuatan lini belakang dan tengah.
Formasi ini terlihat efektif memberikan pergerakan kepada bek sayap Jordi Alba dan Weigandt hingga ke garis berbahaya lawan untuk memberikan tenanan.
Dampak dari tekanan bertubi-tubi yang dilakukan, The Herons unggul lebih dulu pada menit 42 lewat gol Jordi Alba. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama tuntas.
Masuk babak kedua, tim tamu berupaya mendoakan gol penyama. Baru pada menit 59, tim tamu berhasil menyamakan skor 1-1 lewat gol Paintsil.
Messi dan De Paul susah diturunkan pada babak kedua. Namun hingga menit ke 60, keduanya belum memberikan dampaknya.
Hingga berita ini tayang, skor masih 1-1, laga sudah berlangsung 62 menit.