Jakarta, INDONEWS.ID – Demonstrasi yang digelar Aliansi Rakyat Bone Bersatu di Kantor Bupati Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (19/8/2025), berujung ricuh. Aksi protes atas kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) itu sempat diwarnai bentrokan antara massa dengan aparat kepolisian.
Dalam kericuhan, massa menjebol tiga lapis pagar kantor Bupati Bone Asman Sulaiman. Barikade kawat berduri yang dipasang untuk membatasi pergerakan massa tidak mampu menahan dorongan. Sejumlah pengunjuk rasa bahkan sempat merangsek masuk ke halaman kantor bupati sebelum dipukul mundur polisi.
Unjuk rasa yang berlangsung sejak pagi mulanya berjalan tertib. Massa menuntut Bupati Asman Sulaiman hadir langsung menemui mereka. Namun hingga siang hari, Asman tak kunjung muncul. Pemerintah Kabupaten Bone hanya mengutus Kepala Badan Pendapatan Daerah untuk berdialog dengan massa.
Ketidakhadiran bupati membuat massa kecewa. Mereka kemudian mencoba masuk ke area dalam kantor bupati, yang direspons aparat kepolisian, Satpol PP, dan TNI dengan saling dorong.
Demo dipicu kebijakan pemerintah daerah yang menaikkan tarif PBB-P2 hingga 300 persen. Namun, Pemerintah Kabupaten Bone menyebut kenaikan sebenarnya sebesar 65 persen.
Menanggapi eskalasi demonstrasi, Pemkab Bone akhirnya menunda rencana kenaikan tarif PBB-P2. Penjabat Sekretaris Daerah Bone, Andi Saharuddin, mengatakan keputusan itu diambil berdasarkan arahan Bupati, Kementerian Dalam Negeri, dan desakan publik.
“Pimpinan menyampaikan kepada kami untuk menunda dan mengkaji ulang penyesuaian (PBB-P2) 65 persen ini,” kata Andi di Kantor Bupati Bone, Selasa malam.
Situasi memanas pada sore hingga malam hari. Berdasarkan video yang beredar di media sosial, aparat kepolisian menembakkan semprotan air ke arah massa yang berkumpul di Jalan Ahmad Yani, depan Kantor Bupati Bone, sekitar pukul 18.30 Wita.
Dalam rekaman lain, terlihat selongsong peluru gas air mata ditembakkan polisi ke arah massa. Aksi tersebut dibalas demonstran dengan melemparkan benda-benda di sekitar lokasi.
Sebagian massa kemudian mundur ke arah barat daya, tepatnya ke kawasan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone. Namun, aparat masih terlihat menembakkan gas air mata ke arah kerumunan yang bertahan di sekitar kampus.
Hingga malam, situasi di sekitar Kantor Bupati Bone berangsur kondusif. Meski demikian, warga masih menunggu kejelasan soal kebijakan PBB-P2 yang menjadi pemicu unjuk rasa.
Aliansi Rakyat Bone Bersatu menyatakan tetap menolak kenaikan pajak daerah yang dinilai memberatkan masyarakat, dan meminta pemerintah duduk bersama untuk mencari solusi.