Jakarta, INDONEWS.ID – Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri informasi adanya pegawai KPK yang diduga merupakan istri dari salah satu tersangka kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
“Belum dapat informasi. Saya akan telusuri ini,” ujar Ketua Dewas KPK, Gusrizal, kepada wartawan, Senin (25/8).
Dari informasi yang beredar, pegawai KPK tersebut sempat terjaring ketika suaminya ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT). Ia juga sempat dimintai keterangan terkait kasus yang menjerat suaminya. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik belum menemukan bukti keterlibatannya dalam perkara korupsi tersebut. Pegawai itu kemudian dipulangkan.
Pihak KPK sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Mereka antara lain:
-
Irvian Bobby Mahendro (IBM), Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 (2022–2025);
-
Gerry Aditya Herwanto Putra, Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja (2022–sekarang);
-
Subhan, Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit. Bina K3 (2020–2025);
-
Anitasari Kusumawati, Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja (2020–sekarang);
-
Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel), Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI (2024–2029);
-
Fahrurozi, Dirjen Binwasnaker dan K3 (Maret 2025–sekarang);
-
Hery Sutanto, Direktur Bina Kelembagaan (2021–Februari 2025);
-
Sekasari Kartika Putri, Subkoordinator;
-
Supriadi, Koordinator;
-
Temurila, pihak PT KEM Indonesia;
-
Miki Mahfud, pihak PT KEM Indonesia.
Menurut KPK, praktik pemerasan ini berlangsung sejak 2019 hingga 2024 dengan nilai mencapai Rp 81 miliar. Dari jumlah itu, IBM disebut sebagai penerima terbesar, yakni sekitar Rp 69 miliar. Uang tersebut diduga digunakan untuk kebutuhan pribadi, hiburan, pembelian rumah, mobil mewah, hingga setoran tunai kepada sejumlah pihak.
Sementara itu, Noel disebut menerima Rp 3 miliar dan sebuah motor Ducati Scrambler pada Desember 2024, atau dua bulan setelah dilantik sebagai Wamenaker. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Noel membantah terjaring OTT KPK dan menyebut kasus yang menjeratnya bukanlah pemerasan. Ia bahkan sempat menyampaikan permintaan maaf dan berharap mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo Subianto.
Namun, Presiden Prabowo akhirnya memberhentikan Noel dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.