Jakarta, INDONEWS.ID--- Arema FC salah satu tim yang melewati 4 pekan Liga Super tanpa mengalami kekalahan.
Berkat penampilan impresif itu, Singo Edan kini menempati peringkat 3 klasemen sementara Liga Super 2025-2026.
Mereka meraih 8 poin, hasil dari 2 kemenangan dan imbang 2 laga, mencetak 7 gol, kebobolan 3 gol.
Jika dibandingkan dengan hasil musim lalu yang keteteran di awal musim, kali ini Singo Edan bentar-benar bangkit.
Asisten pelatih Arema, Kuncoro mengakui bahwa salah satu faktor kunci kesuksesan awal musim adalah solidnya tim.
Solidnya tim tidak lepas dari faktor kepemimpinan pelatih kepala saat ini. Saat ini, Arema FC dilatih Marcos Santos, pelatih asal Brasil.
Sebelumnya, manajemen Arema FC sempat khawatir situasi internal pemain, terutama karena banyaknya pemain asing.
Saat ini Arema mendaftarkan 11 pemain asing yang menimbulkan kekhawatiran situasi konflik di ruang ganti bakal sulit diredam karena persaingan di starting eleven.
Namun, kecemasan tersebut bisa diatasi oleh kepiawaian pelatih dalam merotasi pemain tanpa mengorbankan hasil.
Lagi pula, tim asing yang sebagian besar berasal dari Brasil tidak menyulitkan pelatih dalam mencegah konflik.
Kuncoro mengakui jika internal timnya lebih solid musim ini. ”Bisa dinilai sendiri seperti apa situasi tim saat ini. Kalau dari tim kepelatihan, musim ini juga solid,” katanya.
Beda dengan musim-musim sebelumnya yang memulai laga dengan tekanan dan beban lebih berat, berdampak pada pada sulitnya meraih poin.
“Pelatih kepala punya karakter yang bisa merangkul semua pemain. Ini membuat situasi lebih bagus,” sanjung Kuncoro.
Dalam empat pertandingan awal, lanjut dia, pelatih menerapkan rotasi pemain, baik lokal maupun asing.
Rotasi ini tidak sekadar karena perubahan strategi. Hampir semua pemain mendapatkan menit bermain, termasuk Matheus Blade yang baru turun di laga kedua.
Kedalaman skuad Arema FC tetap terjaga karena rotasi yang dilakukan tidak banyak mereduksi kekuatan tim. Itu terbukti Arema selalu meraih poin dalam empat laga awal.
Arema hanya raih hasil imbang melawan PSIM Yogyakarta 1-1 dan Persijap Jepara 0-0. Namun Singo Edan menang saat melawan PSBS Biak 4-1 dan Bhayangkara 2-1.
Faktor lain yang menyebabkan laga 4 pekan berjalan mulus adalah kurangnya tekanan fans yang membuat tim bermain lepas.
Para penggemar kali ini tidak memberikan ekspektasi tinggi kepada Singo Edan. Hal ini lantaran laga pramusim mereka yang tidak bagus.
Arema FC gagal meraih kemenangan di Piala Presiden dan laga uji coba melawan Persija.Tidak haya itu, Arema selalu terseok-seok dalam tiga musim sebelumnya.
Bermain tanpa tekanan membuat mereka melewati laga awal melawan PSBS Biak dengan kemenangan 4-1.