Jakarta, INDONEWS.ID – Kontak senjata kembali pecah antara aparat TNI dan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua, wilayah perbatasan dengan Papua Nugini, Kamis (25/9).
Kelompok OPM yang terlibat diketahui merupakan Kodap XV/Ngalum Kupel pimpinan Kamek Taplo. Dalam insiden tersebut, tiga prajurit TNI menjadi korban.
Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Thevi A. Zebua, membenarkan peristiwa itu. “Benar, kontak tembak di Kiwirok. Tiga prajurit luka-luka. Salah satunya mengalami luka cukup serius. Saat ini sedang ditangani tim medis,” ujarnya di Jayapura, Jumat (26/9).
Namun, Kapuspen TNI Mayjen TNI Freddy Ardianzah mengonfirmasi bahwa satu prajurit meninggal dunia. “Satu gugur, satu kena tembak di pinggang sudah operasi pengangkatan proyektil, dan satu luka ringan kena rekoset di pipi,” jelasnya.
Letkol Inf Moch Renaldy dari Komando Operasi Swasembada menyampaikan ketiga korban telah dievakuasi ke RS Marthen Indey untuk perawatan.
Serangan tersebut memicu kepanikan warga. Sebagian masyarakat Kiwirok memilih mengungsi ke Kantor Koramil Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, demi mencari perlindungan.
Hingga kini, aparat TNI menetapkan status Siaga 1 di Distrik Kiwirok untuk mengantisipasi serangan susulan. Meski situasi dinilai rawan, aparat keamanan menegaskan kondisi masih dalam kendali.*