Nasional

Ini Maksud MBG Disebut "Comot" Rp223 Triliun Jatah Pendidikan, Simak Ya!

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 28/09/2025 09:26 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - RUU APBN 2026 menyebutkan anggaran pendidikan tercatat sebagai yang paling besar sepanjang sejarah, dengan nilai mencapai Rp757,8 triliun. Jika dibandingkan dengan outlook 2025, dana pendidikan pada 2026 mengalami kenaikan sebesar 9,8 persen. Tahun sebelumnya, anggaran pendidikan berada di angka Rp690,1 triliun.

"Pemerintah berkomitmen memenuhi anggaran pendidikan 20 persen, yaitu sekitar Rp 757,8 triliun untuk tahun 2026, terbesar sepanjang sejarah NKRI," kata Presiden Prabowo Subianto saat pidato Nota Keuangan RAPBN 2026 di DPR RI, pada 15 Agustus 2025.

Dari jumlah anggaran pendidikan sebesar itu, pemerintah menetapkan alokasi tertinggi untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan makan gratis dan merupakan janji kampanye Prabowo ini menyedot hampir separuh atau 44,2 persen dana alokasi pendidikan yang dianggarkan di APBN 2026.

Baru sisanya, alokasi dana pendidikan di APBN 2026 disebar untuk berbagai program pendidikan lainnya. Misalnya saja dana operasional sekolah atau BOS justru mendapat porsi Rp64,3 triliun. Lalu BOP PAUD Rp5,1 triliun, dan BOPTN Rp9,4 triliun yang dibagi untuk 201 PTN dan lembaga, serta pembangunan Sekolah Unggul Garuda di 9 lokasi sebesar Rp3 triliun.

Sebelummya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran Makan Bergizi Gratis pada APBN 2026 akan menelan anggaran yang sangat besar, yakni hingga Rp 335 triliun secara keseluruhan. Dadan menjelaskan, BGN sudah menerima Surat Bersama Pagu Anggaran yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan serta Menteri PPN/Kepala Bappenas pada 3 Juli 2025.

Awalnya, pagu indikatif yang disiapkan hanya Rp217 triliun. Namun, jumlah itu kemudian naik menjadi Rp 268 triliun setelah mendapatkan tambahan Rp50 triliun. Anggaran tersebut juga telah memperoleh persetujuan dari DPR RI. 

"Dengan total anggaran tahun 2006 untuk BGN sebesar Rp268 triliun jadi kalau di nota keuangan kemarin disampaikan Rp335 triliun maka yang Rp67 triliun masuk dalam kategori stand by karena pagu anggaran yang resmi kami terima adalah Rp268 triliun," kata Dadan, dikutip dari laman resmi BGN. Ia menambahkan, kenaikan pagu anggaran Makan Bergizi Gratis ini menjadi langkah maju bagi program BGN.

"Ini kemajuan yang kami peroleh awalnya kami mendapatkan pagu indikatif Rp217 triliun, dengan keluarnya pagu anggaran akan ada tambahan Rp 50 triliun sehingga anggaran yang kami terima kurang lebih Rp268 triliun," sambungnya.

Lebih rinci lagi, Dadan menjelaskan, berdasarkan fungsi, anggaran Makan Bergizi Gratis bersumber dari tiga sektor, yaitu pendidikan Rp223 triliun (83,4 persen), kesehatan Rp24,7 triliun (9,2 persen), dan ekonomi Rp19,7 triliun (7,4 persen). Adapun berdasarkan jenis belanja, 97,7 persen atau Rp261 triliun diarahkan untuk belanja barang, terutama pengadaan makanan bergizi. Belanja pegawai tercatat 1,4 persen atau Rp3,8 triliun, sedangkan belanja modal hanya 0,9 persen.

"Kami tidak memperbanyak untuk modal, kami lebih banyak untuk belanja barang terutama untuk intervensi kepada penerima manfaat," jelas Dadan.

"Jika diklasifikasikan berbasis anggaran operasional dan non-operasional maka operasional itu nilainya hanya 2,9 persen atau Rp 7,7 triliun, sementara non-operasional atau lebih banyak ke arah intervensi itu 97,1 perse," tegasnya.

Selain itu, Rp 3,1 triliun untuk digitalisasi, Rp 700 miliar untuk pemantauan dan pengawasan, serta Rp 3,8 triliun untuk penyediaan dan penyaluran termasuk pelatihan tenaga gizi. Jika diklasifikasikan, 95,4 persen anggaran BGN tahun 2026 atau Rp255 triliun dialokasikan untuk program pemenuhan gizi nasional, sedangkan sisanya 4,6 persen atau Rp12,4 triliun digunakan untuk program dukungan manajemen.*

 

Artikel Lainnya