Nasional

Garuda Spark Innovation Hub Hadir di Medan, Siapkan Gen Z Jadi Inovator Digital

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 30/09/2025 09:27 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memperluas Garuda Spark Innovation Hub ke Kota Medan, Sumatera Utara. Pusat inovasi ini akan difokuskan pada sektor agrikultur, teknologi pangan, dan perdagangan, dengan misi melahirkan generasi muda yang mampu bersaing sebagai inovator digital di tingkat nasional maupun global.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut Medan dipilih setelah Bandung dan Jakarta karena memiliki ekosistem industri kreatif yang berkembang pesat serta pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

“Sumatera Utara punya kreativitas tinggi dan ekonomi yang tumbuh lebih cepat dari rata-rata nasional. Kehadiran Hub ini akan menjadi ruang belajar sekaligus ruang kreasi anak muda Medan,” ujar Meutya dalam Kuliah Perdana di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (29/9/2025).

Melalui program ini, mahasiswa dan generasi muda Medan akan mendapat akses literasi digital, pelatihan keterampilan, hingga kesempatan berkolaborasi dengan industri dan pemerintah. Menkomdigi mencontohkan, Sumatera Utara kerap mengirimkan perwakilan dalam kompetisi nasional di bidang kreativitas.

“Bakatnya sudah ada, tinggal kita sediakan wadah agar mereka bisa berkembang. Kita ingin Gen Z tidak hanya jadi pengguna teknologi, tapi penggerak transformasi digital Indonesia,” tegasnya.

Untuk memperkuat ekosistem, Kemkomdigi juga menggandeng mitra global, di antaranya Microsoft dan Uni Emirat Arab, guna menghadirkan pelatihan talenta digital. Langkah ini selaras dengan target pemerintah menyiapkan jutaan coder dan pengembang aplikasi lokal.

“Gen Z adalah prosumer digital. Mereka jangan hanya konsumsi, tapi juga produksi. Kita juga mendorong penggunaan produk AI dalam negeri supaya bisa tumbuh setara dengan produk global,” tambah Meutya.

Menkomdigi menutup pesannya dengan menekankan bahwa penguasaan kecerdasan artifisial harus tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan kearifan lokal.

“Kita harus jadi tuan di rumah sendiri, mengembangkan teknologi sesuai nilai-nilai bangsa, termasuk kearifan lokal Sumatera Utara yang sangat kaya dan beragam,” kata Meutya.*

Artikel Lainnya