Nasional

Rombongan Kapolda Papua Tengah Diserang OPM, Satu Warga Tewas dan Empat Polisi Terluka

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 21/10/2025 13:11 WIB


Nabire, INDONEWS.ID – Rombongan Kapolda Papua Tengah Brigjen (Pol) Alfred Papare diserang oleh Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB) OPM saat melintasi kawasan Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Jumat (17/10/2025). Serangan brutal tersebut menewaskan satu warga sipil dan melukai empat anggota Polres Nabire.

KKB yang diduga dipimpin oleh Aibon Kogoya pertama kali menyerang warga sipil di lokasi kejadian sekitar pukul 10.00 WIT. Sejumlah warga, termasuk korban bernama Masturiyadi (50), tengah melintas menggunakan mobil dari arah Siriwo menuju Kota Nabire ketika kelompok bersenjata menghadang mereka.

“KKB mengadang dengan membawa senjata laras panjang dan parang. Mereka melepaskan tembakan dan menewaskan satu warga atas nama Masturiyadi,” ujar Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, Minggu (19/10/2025), dikutip dari Kompas.com.

Usai insiden itu, Kapolda Papua Tengah bersama sejumlah pejabat utama — termasuk Dirintel, Dirkrimum, Dansat Brimob, dan Dandim Nabire — segera menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban dan memeriksa situasi keamanan di lapangan.

Namun, dalam perjalanan kembali dari lokasi kejadian, tepatnya di KM 17–18, rombongan Kapolda kembali diserang secara mendadak oleh kelompok bersenjata yang sama.

“Rombongan kami disanggong (diserang dari penyergapan). Saat itu ada saya, Bapak Kapolda, beberapa pejabat utama, dan Dandim 1705/Nabire,” ungkap AKBP Samuel.

Dalam serangan tersebut, empat anggota kepolisian mengalami luka-luka.
Mereka segera dilarikan ke RSUD Nabire untuk mendapatkan perawatan medis.

“Satu Kasat Narkoba terkena serpihan di kepala, dua lainnya luka tembak di bahu kiri, dan satu lagi terkena serpihan peluru di tangan,” jelas Samuel.

Selain Masturiyadi yang meninggal dunia akibat luka tembak di bagian belakang kepala, empat warga lainnya turut menjadi korban dalam penembakan tersebut: Yance Makai (38) mengalami enam luka robek di lengan kiri, bawah ketiak, dan perut kiri, Aser Kegou (45) luka tembak di lengan kiri, Martinus Makai (42), seorang ASN, luka lecet di wajah akibat serpihan kaca, Ari, luka tembak di lengan kiri dan kanan.

Hingga saat ini, aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga berada di bawah komando Aibon Kogoya. Kepolisian juga meningkatkan patroli dan pengamanan di sekitar Distrik Nabire Barat untuk mencegah serangan susulan.

Peristiwa ini menambah panjang daftar serangan bersenjata terhadap aparat dan warga sipil di wilayah Papua Tengah, yang belakangan mengalami peningkatan eskalasi gangguan keamanan dari kelompok separatis bersenjata.

Artikel Lainnya