Jakarta, INDONEWS.ID - Seri ketiga kejuaraan rally nasional dilepas oleh Gubernur Jakarta, rally yang bertajuk "Teladan Metropolitan City Rally" terbagi dalam beberapa kategori dengan jumlah peserta ada 200 kendaraan. Selain menempuh waktu yang ditentukan, peserta juga diajak mengenal ikon bersejarah di Jakarta, dan wajib kunjungi panti sosial.
Minggu (16/11) sekitar pukul 07.45 Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo melepas peserta di halaman parkir Senayan City dan finish di Balaikota Jakarta. Hadir dalam acara tersebut, Ketua IMI Jakarta, Anando Eko, Ketua IKAT Boy Tohir, Adyaksa Daud, Ikang Fauzi, dan Pemred indonews.id Asri Hadi yang juga peserta Fun Rally bersama dua kawan alumni Teladan 376.
Dalam sambutannya Pramono mengatakan, kegiatan seperti yang dilakukan alumni SMA 3 Jakarta mempengaruhi indeks Jakarta sebagai Global City bisa naik. Karena itu pihaknya mendukung kegiatan sport tourism (wisata olahraga).
Dikatakan, saat diadakan Jakarta festival marathon jalan di ibukota tidak ditutup, namun saat ia memimpin ditutup. "Dua hari juga tidak apa-apa dan tidak ada protes dari warga, karena dilakukan pagi hari dan tertib", tambahnya.
Menurutnya, semua pihak harus membuat kegiatan yang rapih, dan hari ini ada 200 perally yang mengikuti Teladan Metropolitan City Rally. Lalu ia mengenang rally yang diadakan SMA 3, bahwa dahulu ajang itu dimanffatkan untuk pendekatan ke orang yang disukai, "apa saat ini begitu juga?", tanyanya pada panitia yang hampir seluruhnya alumni SMA 3 Jakarta.
Menutup sambutannya ia mengatakan, semoga rally berlangsung sukses dan semua peserta menikmati perjalananannya dan makin mengenal kota Jakarta. Tak lupa ia berpesan, semoga semua peserta bergembira dan tak perlu pacaran lagi.
Sementara Ketua IMI Jakarta mengatakan, hari ini ada 200 peserta yang terbagi dari beberapa kategori, peserta nasional ada 32, disabilitas 17, wanita 11, dan sisanya adalah peserta yang mengikuti Fun City Rally.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan kegiatan wisata dengan rangkaian kegiatan sosial, dimana peserta wajib ke panti asuhan dan menyerahkan bantuan. Peserta bisa menemukan itu dengan mengikuti petunjuk dan soal yang harus diselesaikan.
Tepat pukul 08.00, Gubernur Jakarta mengangkat bendera start, peserta pertama segera injak gas mengikuti petunjuk dari kertas panduan rally. Pelepasan selanjut dilakukan oleh Ketua Umum IKAT, kemudian Ikang Fauzi ikut melepas peserta. Pelepasan antar peserta berjarak 1 menit dan harus melapor ke beberapa pos yang sudah ditentukan.