Nasional

Alumni FTUI Hadirkan Show Choir "Tribut Untuk Ismail Marzuki" di Perpusnas: Gabungkan Musik dan Tari hingga Teater untuk Amal

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 16/11/2025 22:06 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Menutup tahun 2025, komunitas seni alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) bersatu menghadirkan sebuah pertunjukan unik berbentuk show choir bertajuk Tribut Untuk Ismail Marzuki.

Acara ini digelar pada Sabtu, 15 November 2025 pukul 14.00–16.00 WIB di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta.

Pertunjukan ini merupakan kolaborasi tiga komunitas seni alumni FTUI, yaitu The Singing Engineers, Dancing Engineers, dan Teater 04 JayaGaya.

Mereka berhimpun sebagai wadah silaturahmi lintas jurusan dan lintas angkatan, dengan tekad yang sama: mengembangkan kecintaan terhadap kesenian sekaligus merawat nilai kebangsaan.

Paduan Suara, Tari hingga Teater di Satu Panggung

Dalam produksi ini, show choir dipilih sebagai format utama pertunjukan. Bukan sekadar paduan suara, show choir menggabungkan tiga elemen seni dalam satu panggung: Paduan suara dengan aransemen vokal yang kuat, Koreografi tari yang dinamis dan Akting teatrikal yang membangun alur cerita.

Format ini menghadirkan tantangan artistik yang rumit dan kompleks, namun sekaligus menarik bagi para pelaku dan penonton, karena menuntut sinergi antara musik, gerak, dan peran.

Terinspirasi Ismail Marzuki dan Utuy Tatang Sontani

Pertunjukan ini mengambil inspirasi dari dua maestro besar Indonesia: Ismail Marzuki, komponis legendaris yang karya-karyanya berakar kuat pada patriotisme dan nasionalisme, Utuy Tatang Sontani, sastrawan dan dramawan pejuang yang karya-karyanya sarat kritik sosial dan nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam show choir ini, para alumni FTUI mengolah naskah drama “Awal dan Mira” karya Utuy Tatang Sontani. Drama tersebut bukan sekadar kisah cinta, melainkan potret realitas sosial pasca revolusi kemerdekaan RI, yang menyoroti: kesenjangan hidup, dampak perang, dan pertentangan antara idealisme dan realitas kehidupan.

Naskah ini dihadirkan sebagai kritik sosial sekaligus renungan filsafat eksistensialisme, lalu dipadukan dengan kekuatan musikal dan tembang-tembang yang bernafaskan nasionalisme ala Ismail Marzuki.

Bagi para penggagas, pertunjukan ini bukan hanya hiburan panggung. Mereka menyebutnya sebagai eksplorasi kreatif lintas disiplin seni—musik, teater, dan tari—yang juga menjadi: Penghormatan terhadap warisan budaya Indonesia dan persembahan bagi Sivitas Universitas Indonesia, khususnya keluarga besar FTUI.

Melalui karya ini, para alumni ingin menunjukkan bahwa insan teknik juga dapat berperan aktif dalam pelestarian seni dan budaya, sekaligus menyuarakan pesan sosial melalui medium pertunjukan.

Konser Amal untuk Beasiswa

Tak hanya bernuansa seni dan budaya, acara ini juga dikemas sebagai konser amal. Para penonton diajak berpartisipasi dalam penggalangan donasi.

Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan kepada Yayasan Mata Air Biru, sebuah yayasan yang didirikan pada tahun 2003 oleh Alumni FTUI. Yayasan ini berfokus menghimpun dana beasiswa bagi mahasiswa FTUI yang membutuhkan, sehingga konser ini sekaligus menjadi wujud nyata solidaritas alumni kepada adik tingkat mereka.

Melalui “Tribut Untuk Ismail Marzuki”, The Singing Engineers, Dancing Engineers, dan Teater 04 JayaGaya berharap dapat menghadirkan pengalaman artistik yang kuat, menyentuh, dan bermakna, sekaligus memperkuat semangat kepedulian sosial di lingkungan Universitas Indonesia dan masyarakat luas.

Artikel Lainnya