Jakarta, INDONEWS.ID - Pada Hari Kamis, 27 November 2025, Duta Besar RI untuk Republik Uzbekistan merangkap Republik Kyrgyzstan menyerahkan Surat kepercayaan atau Letter of Credence dari Yang Mulia Presiden RI Bapak Prabowo Subianto kepada Presiden Uzbekistan Yang Mulia Bapak Shavkat Mirziyoyev, di Istana Kepresidenan, Tashkent.
Penyerahan Surat Kepercayaan tersebut dilaksanakan bersama tujuh Duta Besar lainnya, yaitu Indonesia, Yunani, Tajikistan, Rusia, Jepang, Latvia dan Perancis.
Dalam sambutan dan ramah tamah setelah penyerahan Surat Pekercayaan, Presiden Mirziyoyev menegaskan arti penting hubungan dengan negara-negara tersebut, terutama dalam upaya Uzbekistan melaksanakan reformasi birokrasi dan melaksanakan politik terbuka untuk bekerjasama saling menghormati dan saking menguntungkan.
Di bawah kepemimpinan Presiden Mirziyoyev, Uzbekistan mengalami perkembangan pesant di bildang politik dan ekonomi dengan memperkuat kerjasama negara Asia Tengah serta lintas regional, termasuk Uni Eropa, Afrika, Asia Tenggara, Timur Tengah dan Timur jauh.
Dia juga memberikan poin-poin penting, urgent dan strategis pada setiap negara. Misalnya Indonesia yang diharapkan segera merealisasikan sektor tourisme mengingat animo masyarakat Indonesia yang terus meningkat ke situs- situs ziarah di Samarkand dimana Kompleks Makam Imam Bukhori yang kita sudah selesai di renovasi dan dapat menanggung 10.000 pengunjung.
Demikian juga situs-situs historis yang sangat indah seperti Registan Square dan Shah I Zinda--- komplek makam para raja yang berarsitekrur indah dan menakjubkan wisatawan.
Sebaiknya, Presiden menekankan inisiatif timbal balik kunjungan touris Uzbekistan yang memerlukan wisata- wisata air dan laut sebab mereka hidup di negara double landlock yang tidak memiliki laut.
Secara khusus Presiden Mirziyoyev menitipkan pesan tentang harapan kunjungan Presiden Prabowo yang sangat di harapkan memperkuat kembali kunjungan Presiden Sukarno pada akhir 1956 yang secara historis sangat penting bagi Uzbekistan.
Presiden Soekarno lah yang berjasa meminta Presiden Nikita Krushshev, Presiden adi daya di masa itu untuk mencarikan kompleks makam Imam Al Bukhori yang terlantar pada masa itu.
Presiden Soekarno hanya bersedia berkunjung ke Uni Sovyet jika makam Imam Bukhori ditemukan, dipugar dan dirawat dengan baik. Saat ini Makam Imam al Bukhori, perawi hadist paling shahih telah berdiri megah dan siap menerima kunjungan ziarah.
Acara penyerahan Surat Kepercayaan di akhir dengan pesan Presiden-presiden Mirziyoyev agar para duta besar "go beyond call of duty" bukan semata representative dari negara masing masing namun dapat menjadikan Uzbekistan sebagai "second home" dan bersama- sama bermitra menguatkan kerjasama yang saling menguntungkan bagi Uzbekistan dan negara masing masing.