Nasional

Klaim Ini Jadi Penyebab! Polri Pastikan Tak Ada Unsur Sabotase dalam Pemadaman Listrik Massal di Sumatera

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 26/05/2026 07:07 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID – Bareskrim Polri memastikan tidak menemukan indikasi sabotase maupun unsur kesengajaan dalam peristiwa pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada Jumat (22/5/2026). Hasil sementara investigasi mengarah pada gangguan teknis yang dipicu faktor cuaca ekstrem.

Wakil Kepala Bareskrim Polri, Nunung Syaifuddin, mengatakan tim gabungan telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian untuk mengungkap penyebab pasti blackout yang sempat mengganggu sistem kelistrikan interkoneksi Sumatera.

“Sampai dengan saat ini, bisa kami pastikan, tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut,” kata Nunung di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin.

Menurutnya, investigasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, Puslabfor Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, serta perwakilan PT PLN. Pemeriksaan lapangan dilaksanakan pada Minggu (24/5) di tower 175 dan tower 176 jaringan transmisi listrik di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.

Penyelidikan dilakukan setelah teridentifikasi adanya gangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai pada Jumat sekitar pukul 18.44 WIB.

Dari hasil pemeriksaan awal, tim menemukan kabel transmisi yang putus, namun kondisi fisik tower transmisi tetap dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada struktur menara.

“Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah,” ujar Nunung.

Dugaan tersebut diperkuat oleh kesaksian warga sekitar lokasi yang mengaku mendengar suara ledakan sesaat sebelum listrik padam di kawasan sekitar tower transmisi.

Selain itu, hasil koordinasi dengan PT PLN menunjukkan bahwa sebelum gangguan terjadi pada pukul 18.30 WIB, sistem kelistrikan Sumatera berada dalam kondisi normal dan terintegrasi. Pada saat itu juga terdapat aliran daya yang cukup besar menuju Sumatera Barat melalui koridor transmisi Jambi, tepatnya jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai.

Akibatnya, gangguan pada jalur strategis tersebut berpotensi menghilangkan pasokan daya dalam jumlah besar dan memicu blackout pada sistem interkoneksi Sumatera.

Bareskrim menilai indikasi kerusakan yang ditemukan di lapangan juga tidak mengarah pada tindakan sabotase. Hal itu terlihat dari bentuk kabel yang putus dan tidak menunjukkan bekas pemotongan yang disengaja.

“Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut. Jadi, kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi,” jelas Nunung.

Meski demikian, penyelidikan masih terus berlanjut. Bagian kabel transmisi yang putus telah diamankan dan kini sedang diperiksa oleh Puslabfor Polri guna memastikan penyebab kerusakan secara ilmiah.

“Seluruh proses investigasi kami lakukan secara profesional, transparan, dan komprehensif untuk memastikan penyebab utama kejadian secara ilmiah dan akuntabel sehingga kami melibatkan Puslabfor untuk lebih meyakinkan secara ilmiahnya,” tegasnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti putusnya kabel transmisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Namun, Bareskrim menegaskan bahwa dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem, bukan tindakan sabotase.

Artikel Lainnya