Nasional

Nyaris Kebanjiran Rob Besar! 500 Karung Pasir Dilempar untuk Tutup Kebocoran Tanggul Muara Baru

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 05/12/2025 09:13 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Tanggul Pelindo Muara Baru di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mengalami kebocoran pada Kamis (4/12/2025) akibat naiknya permukaan air laut yang mencapai 211 sentimeter. Tekanan kuat dari air laut tersebut menyebabkan struktur tanggul tidak mampu menahan debit, sehingga mengakibatkan kebocoran di salah satu titik.

Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara bergerak cepat melakukan penanganan darurat untuk mencegah banjir rob yang berpotensi meluas ke wilayah pemukiman pesisir.

“Tindakan cepat ini diambil untuk mencegah dampak banjir rob yang lebih besar di wilayah pesisir,” ujar Heria Suwandi, Kepala Sudin SDA Jakarta Utara.

Upaya perbaikan darurat dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, dengan mengerahkan 20 personel Pasukan Biru. Petugas menambal bagian tanggul yang bocor menggunakan 500 karung pasir sebagai penahan utama. Tiga truk sampah juga diturunkan untuk mendukung mobilisasi logistik dan perlengkapan.

Heria menjelaskan bahwa penambalan dilakukan dengan metode darurat, yakni menumpuk karung pasir tepat di titik kebocoran untuk menahan derasnya tekanan air laut.

“Kami terus memantau kondisi tanggul dan akan mengambil tindakan tambahan jika diperlukan,” katanya.

Hasil inspeksi lapangan menunjukkan bahwa metode darurat tersebut berhasil meredam kebocoran. Namun Heria menegaskan bahwa penanganan ini hanya bersifat sementara dan akan dilanjutkan dengan perbaikan struktural permanen dalam waktu dekat.

Sudin SDA bersama seluruh pemangku kepentingan tetap dalam kondisi siaga penuh mengingat potensi peningkatan banjir rob beberapa hari ke depan. Heria mengimbau warga, khususnya yang tinggal di dataran rendah, untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan air laut.

“Kami selalu siaga untuk memastikan kondisi tetap terkendali,” ucapnya.

Fenomena kebocoran tanggul Pelindo Muara Baru kembali menjadi pengingat nyata bahwa Jakarta, khususnya wilayah utara, berada dalam kondisi kritis terkait penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan laut.

Data World Economic Forum (WEF) 2024 menunjukkan bahwa Jakarta mengalami penurunan tanah rata-rata 17 cm per tahun, menjadikannya salah satu kota besar paling rentan tenggelam di dunia. Sejumlah studi memperkirakan sebagian wilayah Jakarta Utara bisa terendam pada 2050 jika tidak ada upaya mitigasi besar-besaran.

Dengan ancaman banjir rob yang semakin sering terjadi, kebocoran tanggul kali ini menegaskan urgensi penguatan sistem perlindungan pesisir serta percepatan pembangunan infrastruktur adaptif di Jakarta Utara.

Artikel Lainnya