Nasional

Kunjungi Aceh Singkil, Wapres Gibran: Pemerintah Siap Percepat Penanganan Darurat

Oleh : very - Jum'at, 05/12/2025 13:05 WIB


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., mendampingi kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh pada Kamis (4/12). (Foto: Humas BNPB)

Banda Aceh, INDONEWS.ID - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., mendampingi kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh pada Kamis (4/12).

Setibanya di Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri, Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, rombongan bergerak menuju Desa Ujung Bawang, Kecamatan Singkil, menggunakan kendaraan darat untuk meninjau wilayah yang terdampak banjir serta memastikan kebutuhan masyarakat tertangani secara tepat.

Dalam peninjauan ini, Wapres menekankan pentingnya percepatan penanganan banjir, termasuk pendataan kerusakan, penyediaan logistik, dan penyiapan rencana pemulihan jangka panjang.

Wapres juga menyaksikan penyerahan bantuan kemanusiaan dari PT BSI dan PT Pupuk Indonesia (Persero), yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf kepada Bupati Aceh Singkil.

Adapun paket bantuan tersebut terdiri dari 200 paket logistik yang berisi beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, susu formula atau susu UHT, obat-obatan, roti kering atau biskuit, mie instan, serta air mineral. Bantuan ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak bencana dan masih dalam masa pemulihan.

Wapres menyambut baik langkah cepat BUMN dan menyampaikan bahwa kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha merupakan bagian penting dalam mempercepat pemulihan masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban warga terdampak, sekaligus memperkuat dukungan logistik bagi mereka yang masih membutuhkan.

BNPB juga berkomitmen untuk terus berupaya memberikan upaya percepatan dalam penanganan darurat di Provinsi Aceh. Distribusi logistik melalui jalur darat, laut dan udara terus dimaksimalkan. Volume distribusi juga ditingkatkan dari penambahan jumlah akomodasi melalui dukungan alutsista yang terbagi dua titik yakni Bandara Kualanamu Medan dan Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.

Saat ini, jaringan komunikasi wilayah Aceh Singkil saat ini sudah dapat berkomunikasi dengan jaringan provider seluler.

 

Warga Sumatra Tidak Sendiri

Sebelumnya, saat mengunjungi masyaraka terdampak di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Kamis (4/12), Wapres Gibran menyampaikan, masyarakat terdampak bencana di Sumatra tidak sendiri.

Pemerintah, kata Gibran, hadir untuk memberikan bantuan dan dukungan hingga pulih pascabencana.

Ketika menyapa warga pengungsi, Wapres menyampaikan salam dari Presiden Prabowo.  Wapres mengungkapkan duka cita mendalam kepada seluruh korban.

 “Saya mohon maaf sebelumnya bapak-ibu tidak sendiri. Warga Sumatera tidak sendiri. Kami diperintah Bapak Presiden untuk melakukan percepatan pemulihan pascabencana,” tegas Wapres yang tiba di Pos Lapanganan Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Di samping itu, Wapres Gibran berpesan kepada kepala daerah, BNPB, TNI, Polri dan semua pihak yang bertugas untuk untuk memberikan pelayanan kepada mereka yang terdampak bencana atau di pos pengungsian. Pelayanan yang harus diperhatikan terkait tenda, makan-minum, air bersih serta kelompok rentan.

“Saya juga pesan kepala daerah, BNPB, TNI, Polri dan semua yang ada di sini, bapak-ibu yang di pengungsian diperhatikan tendanya, makan tiga kali, air bersih, atensi khusus untuk lansia, ibu hamil dan anak-anak,” ujar Wapres.

Sebelumnya, Wapres Gibran meminta distribusi logistik menjadi perhatian karena masih ada beberapa wilayah yang aksesnya terputus. Upaya akselerasi dengan transportasi lewat jalur darat, laut dan udara harus dioptimalkan.

“Distribusi logistik bantuan ini akan terus dipercepat lewat jalur darat, udara laut,” kata Wapres Gibran.

Di samping itu, pemulihan juga harus menjadi perhatian, misalnya pada perbaikan infrastruktur komunikasi, fasilitas kesehatan, pendidikan maupun infrastruktur jalan.

“Lalu untuk perbaikan-perbaikan akses komunikasi, puskesmas, sekolah, jembatan, jalan. Ini juga akan dipercepat agar arus bantuan logistik, BBM, ini bisa lancar kembali,” jelasnya.

Wapres Gibran tiba dengan helikopter di lapangan bola Ipensi Ngungun dan melanjutkan perjalanan dengan mobil menuju Pos Lapangan Kayu Pasak, tempat berinteraksi dengan warga.

Setelah itu, Wapres menelusuri wilayah terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Palembayan dengan menggunakan sepeda motor.

Usai kunjungan di Sumbar, rombongan melanjutkan perjalanan ke Tapanuli Selatan dan Aceh Singkil. 

Sementara itu, berdasarkan data Pospenas BNPB per Rabu sore (3/12), pukul 17.00 WIB, korban meninggal dunia di Provinsi Sumatra Barat berjumlah 194 jiwa, hulang 111 jiwa, luka-luka 112 jiwa dan mengungsi 22.824 jiwa. Sedangkan kerugian material berupa rumah rusak berat 1.344 unit, rusak sedang 325 dan rusak ringan 631.

Upaya penanganan darurat di Provinsi Sumatra Barat masih terus dilakukan hingga hari ini, Kamis (4/12). Prioritas operasi yaitu distribusi logistik, perbaikan darurat infrastruktur akses jalan dan jembatan, pelayanan pos pengungsian dan pencarian korban. *

 

 

Artikel Lainnya