Nasional

Dispenad Jelaskan Maksud KSAD Maruli soal "Pulsa Starlink" untuk Korban Bencana di Sumatera

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 06/12/2025 10:25 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Kepala Bagian Informasi Dispenad Letkol (Arm) Sayed Syahrial meluruskan pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak yang sebelumnya menjadi sorotan publik terkait ucapan “pulsa Starlink” dalam konferensi pers penanggulangan bencana Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (4/12/2025).

Pernyataan Maruli sempat memunculkan pertanyaan publik mengenai siapa yang akan menanggung biaya layanan internet satelit tersebut bagi para korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Letkol Sayed menegaskan bahwa yang dimaksud KSAD bukan soal siapa yang membayar pulsa, melainkan siapa yang mengurusnya.

“Untuk pembayaran pulsa, itu sudah digratiskan dari penyedia Starlink itu sendiri, sampai dengan akhir Desember,” ujar Sayed, dikutip dari Kompas TV, Jumat (5/12/2025).

Ia menambahkan bahwa maksud Jenderal Maruli adalah ketidaktahuan mengenai pihak yang akan menangani kebutuhan administratif atau pengurusan layanan tersebut di lapangan, sehingga bukan menyangkut biaya.

“Jadi yang dimaksud Bapak KSAD tidak tahu siapa yang ngurus pulsanya, karena itu memang sudah digratiskan,” imbuhnya.

Sayed menekankan agar publik tidak salah paham atau bahkan mengaitkan persoalan ini dengan TNI AD, mengingat layanan telah dipastikan gratis oleh pihak Starlink hingga akhir Desember 2025.

“Jadi jangan sampai nanti kalau ada keluhan terkait dengan pengadaan pulsa, nanti rumornya kembali ke AD,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan tugas TNI AD dalam penggunaan perangkat Starlink di lokasi bencana. Sayed mengatakan bahwa peran Angkatan Darat adalah mengangkut perangkat tersebut ke titik-titik terdampak yang sulit dijangkau serta membangun instalasinya.

“Untuk Angkatan Darat sendiri, di sini tugas kami adalah membawa perlengkapan itu ke daerah yang susah ditembus. Jadi setelah sampai di situ, kita bangun instalasi peralatannya,” jelasnya.

Starlink diketahui menjadi salah satu sarana komunikasi penting di wilayah yang jaringan seluler dan internetnya terputus akibat bencana besar di sejumlah daerah di Sumatera. Ucapan “pulsa Starlink” dari KSAD Maruli sebelumnya sempat menjadi perbincangan lantaran dianggap janggal, hingga akhirnya diluruskan oleh Dispenad.*

Artikel Lainnya