Jakarta, INDONEWS.ID - Sekjen Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) Edi Winarto diangkat sebagai Pelaksana Tugas organisasi media digital itu usai Ketum SS Budi Rahardjo mengundurkan diri karena akan bekerja di lembaga negara. Sebagai Plt, tugas Edi Winarto masih sementara sambil menunggu Ketua Umum definitif AMDI.
Hal ini disampaikan salah satu pengurus AMDI Asri Hadi didampingi pengurus lainnya Ahmed Kurniasuriawidjaja dan Budi Purnomo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
"Saat ini organisasi AMDI masih dijabat Plt yakni Saudara Edi Winarto sambil menunggu terpilihnya Ketua Umum secara definitif," ujar Asri Hadi.
Asri Hadi juga membuka peluang bagi siapa saja tokoh pemilik atau pengelola media untuk bergabung ke AMDI untuk membesarkan organisasi yang memiliki anggota 50 media digital ini.
"Kami menyampaikan bahwa AMDI membuka peluang bagi siapapun tokoh atau pemilik media untuk bergabung, bersama AMDI memperkuat perjuangan dan eksistensi media digital di Indonesia," kata Asri Hadi.
Profil Edi Winarto
Edi Winarto adalah pemilik dan pengelola media EDITOR.ID, VARIAPERADILAN.COM, MONITORNUSANTARA.COM dan MEDIASOSIALITA. Ia menggeluti profesi jurnalis hingga mengelola media sejak tahun 1993. Awalnya bergabung sebagai reporter di anak perusahaan JAWA POS, SUARA INDONESIA.
Setelah ditugaskan ke Jakarta, Edi Winarto mengejar karir berpindah ke MEDIA INDONESIA. Setelah itu Edi Winarto berpindah ke beberapa media diantaranya KORAN BATAVIA, RAKYAT MERDEKA, HARIAN MANDIRI.
Hingga akhirnya Edi Winarto bergabung sangat lama di MNC TV atau dulunya TPI sejak 2003 hingga 2012. Usai dari MNC TV Edi Winarto membangun sejumlah stasiun televisi lokal diantaranya CAKRA TV di Jawa Tengah. Kemudian SUPER TV di Jabodetabek dan berkantor di Cikarang. Dan beberapa tv lokal di Malang, Banyuwangi.
Namun usaha membangun televisi lokal kandas karena keterbatasan modal. Namanya Edi Winarto. Ia hanyalah orang biasa, bukan selebritas dan bukan tokoh terkenal. Namun perjalanan hidupnya yang penuh warna warni menjadi sebuah cerita bak novel bagi banyak orang.
Pria kelahiran Surabaya ini memiliki grafik kehidupan sangat unik. Ia pernah memimpin sebuah perusahaan broadcasting sebagai Chief Eksekutif Officer (CEO). Namun Edo, sapaan akrab Edi Winarto juga pernah mengalami hidup sebagai pengemudi ojek online.
Mimpi dan perjuangannya untuk membangun Rumah Bersama (perusahaan media televisi) yang bisa menjadi tempat para karyawannya mencari rejeki, akhirnya kandas.
Permohonan ijin stasiun televisi lokalnya kalah kuat dengan modal konglomerat. Oleh karena perjuangannya terpental. Semua mimpinya membangun jaringan televisi lokal kandas. Dari beberapa permohonan ijin yang dia perjuangkan hanya satu yang direstui pemerintah yakni ijin televisi lokal di Purwokerto.
Ia pun mundur dari jabatan CEO dari sebuah televisi lokal di Bekasi yang sedang ingin mengembangkan jaringan di daerah lainnya itu.
Lepas dari impiannya membangun TV lokal kandas, Edi Winarto bersekolah lagi mendalami dunia advokat dengan mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 2013. Ia pun mengikuti dua kali ujian Advokat Nasional dan akhirnya lulus dan dilantik sebagai Advokat oleh Pengadilan Tinggi Banten dan menjadi anggota Peradi.
Edi Winarto mulai menjalani profesi barunya sebagai advokat. Beberapa kasus mengenai kasus sengketa pertanahan dan sengketa bisnis ditanganinya. Ia bekerja di Kantor Pengacara Joko Sriwidodo and partner Law Firm. Kemudian ia pindah bergabung di kantor Law Firm Urban and co.
Namun Edi Winarto rupanya tidak mampu meninggalkan jiwa dan profesi wartawan yang sudah ditekuninya selama puluhan tahun. Kerinduan di dunia media membuat ia kembali melirik masa lalunya itu.
Mulailah ia membangun portal berita EDITOR.ID. Namun, portal berita tersebut belum mampu memberikan pemasukan yang berarti. Di saat itulah ujian datang. Ia mengalami kesulitan dalam ekonomi karena uang simpanannya terlalu boros ia hamburkan untuk berinvestasi di bidang media.
Edi Winarto mengaku banyak mendapatkan hikmah kehidupan ketika menjalani profesi sebagai pengemudi ojek online. Ia merasakan betul hidup yang sesungguhnya menyelami masyarakat, melayani masyarakat dengan tulus dan yang terpenting membuang ego dan bayang-bayang masa lalunya.
Sebagai orang yang dibesarkan melalui perjuangan hidup, dengan ujian menjadi orang biasa, Edi Winarto sangat paham betul dan bahkan ikut menyelami bagaimana kesulitan hidup yang dialami rakyat.
“Saya berasal dari orang bawah, orang biasa maka saya memahami perasaan warga ketika mereka mengalami kesulitan hidup, dan itu konsen saya,” katanya.