Jakarta, INDONEWS.ID - Espanyol akan menjamu Barcelona pada laga lanjutan La Liga awal tahun baru 2026 mendatangkan.
Belangsung di RCDE Stadium, markas Espanyol, Minggu (4/1/2026) kick off pukul 03.00 WIB, derby Catalan ini bakal panas.
Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, pihak Espanyol akan memasang jaring tinggi di belakang area gawang.
Ada apa dengan markas Espanyol? Usut demi usut, ternyata pemicunya adalah kiper Barca, Joan Garcia.
Suporter Espanyol saat ini menunggu kehadiran Joan Garcia di Derby Catalan.
Mereka menganggap kiper utama Blaugrana itu sebagai penghianat skuad kesayangan mereka Espanyol.
Garcia sebelumnya bermain di Espanyol dan menjadi pilar utama di bawah mistar gawang.
Namun ia pindah ke Barcelona pada bursa transfer musim panas 2025/2026 dengan mahar 25 juta euro.
Keputusan Garcia yang langsung menyeberang ke Barcelona itu memicu kemarahan para suporter.
Produk akademi Espanyol itu pun dinilai sebagai pengkhianat.
Maka kedatangannya ke markas yang pernah membesarkan namanya akan disambut dengan amarah suporter.
Di area gawang yang sangat dekat dengan suporter, Garcia bakal dibuat tidak nyaman dan kehilangan fokus.
Bahkan keselamatan fisik kiper Andalan Barca itu terancam dari lemparan botol minuman atau benda lainnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak tuan rumah akan berusaha mengamankan Garcia dari aksi tidak terpuji suporter.
Salah sayunya dengan memasang jaring tinggi di depan suporter di area gawang.
Espanyol harus melakukan ini untuk menghindari denda yang bakal ditanggung jika Garcia mengalami cedera akibat ulah suporter.
Dikutip dari Mundo Deportivo, petinggi Espanyol ingin menghindari insiden apapun yang dapat menyebabkan sanksi atau denda besar.
Espanyol khawatir bisa mendapatkan hukuman berat jika Garcia terluka di lapangan.
Kiper 24 tahun ini hampir pasti tampil di Derby Catalan karena merupakan pilihan utama di bawah mistar gawang.
Garcia sudah tampil 15 kali bersama Barca di musim ini. Ia turut andil membawa Barcelona ke puncak klasemen La Liga.
Barca menutup akhir tahun dengan menempati urutan teratas, mengoleksi 46 poin, unggul empat angka dari Real Madrid di posis kedua.