Jakarta, INDONEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan alasan pemilihan hari Rabu (14/1) sebagai waktu dimulainya pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Menurutnya, hari tersebut dipilih untuk meminimalkan potensi kemacetan di kawasan tersebut.
Pramono menjelaskan, setiap hari Rabu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diwajibkan menggunakan transportasi umum sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) yang berlaku. Dengan kebijakan tersebut, para pejabat yang berkepentingan di lokasi pembongkaran diharapkan tidak menggunakan kendaraan pribadi.
“Untuk monorel kita akan mulai bongkar harinya sudah kita tentukan hari Rabu. Kenapa hari Rabu? Supaya pejabat siapapun yang datang ke situ gak pakai kendaraan pribadi supaya gak membuat macet,” ujar Pramono di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan fasilitas transportasi umum gratis bagi ASN setiap hari Rabu. Fasilitas ini mencakup seluruh moda transportasi publik seperti Transjakarta, MRT, dan LRT, namun tidak termasuk layanan taksi.
Selain pengaturan hari pelaksanaan, Pramono juga meminta agar proses pembongkaran dilakukan secara maksimal pada malam hari. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi gangguan terhadap arus lalu lintas di kawasan Jalan HR Rasuna Said yang dikenal padat.
“Saya juga sudah meminta kepada Dinas Bina Marga untuk pembongkaran harus maksimal dilakukan malam hari supaya tidak mengganggu transportasi yang ada di Rasuna Said,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menyampaikan bahwa pembongkaran tiang monorel mangkrak tersebut direncanakan dimulai pekan depan. Seluruh persyaratan administratif dan teknis, kata dia, telah terpenuhi.
“Jadi rencana minggu depan kita akan mulai. Insyaallah hari Rabu kalau enggak berubah,” ujar Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/1).
Heru menambahkan, penataan akan difokuskan pada Jalan HR Rasuna Said sisi timur yang selama ini terhambat keberadaannya akibat tiang monorel. Setelah pembongkaran selesai, Pemprov DKI akan langsung melakukan penataan ulang jalur cepat, jalur lambat, serta trotoar di kawasan tersebut.
“Makanya kan kita rapikan jalannya, yang Jalan Rasuna Said sisi timur, jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata,” ucapnya.
Dengan penataan tersebut, Pemprov DKI berharap fungsi jalan dan kenyamanan pengguna jalan di kawasan Rasuna Said dapat meningkat secara signifikan.