Nasional

Prabowo Tegas di Hari Buruh: Jangan Ada Pejabat Bersekongkol dengan Pengusaha Serakah

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 01/05/2026 11:32 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato penuh semangat saat peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat (1/5). Dalam pidatonya, ia menegaskan komitmennya untuk membela kepentingan buruh, nelayan, dan petani.

Di hadapan ribuan pekerja, Prabowo mengingatkan para pejabat pemerintah agar tidak menyalahgunakan kepercayaan rakyat dengan berpihak pada pengusaha yang merugikan masyarakat.

“Saya tidak rela pejabat-pejabat pemerintah yang diberi kepercayaan oleh rakyat justru bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha berengsek dan serakah,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa negara tidak boleh dikuasai oleh praktik-praktik yang merugikan rakyat kecil. Prabowo menyoroti kondisi sosial yang masih dihadapi sebagian masyarakat, seperti kemiskinan dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

“Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar, tidak rela ada ibu yang tidak bisa memberi susu untuk anaknya,” ujarnya.

Meski melontarkan kritik keras, Prabowo tetap mengajak para buruh untuk bersikap objektif terhadap dunia usaha. Ia menegaskan bahwa tidak semua pengusaha bersikap buruk, dan banyak di antaranya berkontribusi positif bagi perekonomian nasional.

“Kita butuh pengusaha. Banyak yang bekerja dengan baik dan keras untuk ekonomi kita,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memberi pesan langsung kepada jajaran menteri di kabinetnya agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada rakyat.

“Kalau kebijakan itu menguntungkan rakyat Indonesia, laksanakan. Tidak usah ragu-ragu,” ujarnya.

Pidato ini menjadi penegasan sikap pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan terhadap kelompok pekerja, di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi Indonesia.

Artikel Lainnya