Nasional

Anggota TNI Gugur Ditembak di Nduga, Keluarga Tunggu Pemulangan Jenazah ke Kupang

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 09/01/2026 16:33 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Seorang anggota TNI dilaporkan gugur dalam insiden penembakan di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Kamis (8/1/2026). Korban diketahui bernama Praka Satrio Tino Taopan, prajurit Yonif 100/Prajurit Setia yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan.

Kabar gugurnya Praka Satrio dibenarkan pihak keluarga di Kota Jayapura. Kakak korban, Yani Taopan, mengatakan adiknya meninggal dunia akibat luka tembak saat menjalankan tugas di wilayah tersebut.

“Itu adik saya meninggal ditembak di Nduga kemarin sore,” ujar Yani saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).

Yani menyebutkan, saat ini pihak keluarga tengah menunggu proses pemulangan jenazah ke daerah asal korban di Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan.

“Kami keluarga sudah dapat kabar dan rencananya dipulangkan ke Kupang untuk dimakamkan,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, dalam siaran pers mengklaim bahwa penembakan tersebut dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma di bawah pimpinan Mayor Yibet Gwijangge.

“Penyerangan itu dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma di bawah pimpinan Mayor Yibet Gwijangge. Kami bertanggung jawab atas aksi tersebut,” ujar Sebby dalam pernyataan tertulis yang diterima Jumat siang.

Selain mengklaim bertanggung jawab atas penembakan, TPNPB juga menyatakan berhasil merampas sejumlah perlengkapan militer milik korban, di antaranya satu pucuk senjata laras panjang, lima magazen berisi peluru, serta sebuah alat komunikasi Handy Talky (HT) atau satelit.

“Semua alat yang disita telah berada di tangan Mayor Yibet Gwijangge dan pasukannya di Batalyon Yuguru,” tambahnya.

Hingga Jumat siang, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI terkait insiden tersebut. Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim yang dikonfirmasi juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai peristiwa penembakan di Distrik Yuguru tersebut.

Artikel Lainnya