Jakarta, INDONEWS.ID – Mabes Kepolisian Negara Republik Indonesia mengerahkan ratusan personel tambahan ke wilayah Halmahera Tengah, Maluku Utara, serta Papua Tengah menyusul konflik yang memanas hingga menimbulkan korban jiwa dan penyerangan terhadap aparat.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, langkah tersebut diambil sebagai upaya cepat untuk menjaga stabilitas keamanan dan merespons dinamika di lapangan.
“Polri mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan untuk memperkuat pengamanan dan penanganan situasi di Papua Tengah dan Maluku Utara,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/4).
Ia menjelaskan, konflik di Halmahera Tengah dipicu kasus pembunuhan seorang warga di Desa Bobane Jaya yang kemudian berkembang menjadi bentrokan antarwarga dengan Desa Sibenpopo. Peristiwa tersebut mengakibatkan korban jiwa, pembakaran rumah warga, fasilitas umum, hingga satu unit tempat ibadah.
Aparat gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah disebut telah bergerak cepat meredam konflik, hingga situasi berangsur kondusif pada Jumat sore.
Polri juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Saat ini, aparat tengah mengusut kasus pembunuhan di Halmahera Tengah serta penyerangan terhadap personel di Dogiyai, Papua Tengah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, tidak terpengaruh isu hoaks maupun provokasi yang dapat memperkeruh keadaan,” kata Trunoyudo.
Sementara itu, pengiriman personel ke Dogiyai dilakukan menyusul aksi penganiayaan berat terhadap anggota Polri, Bripda Juventus Edowai, oleh orang tak dikenal yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Polri menegaskan akan mengedepankan pendekatan humanis sekaligus penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan.
Pengecekan kesiapan pasukan sendiri dipimpin langsung oleh Wakapolri Dedi Prasetyo di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Sabtu (4/4).
Adapun rincian personel yang dikerahkan meliputi 100 personel Brimob untuk Papua Tengah, tim Itwasum sebanyak 8 personel yang dibagi ke Papua Tengah dan Maluku Utara, serta tim BIK sebanyak 10 personel untuk Papua Tengah. Selain itu, turut dikerahkan 26 personel Divisi Propam untuk dua wilayah dan 20 personel Bareskrim untuk Papua Tengah.*