Nasional

TPNPB-OPM Klaim Tembaki Pesawat yang Ditumpangi Wapres Gibran, TNI Bantah Keras

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 17/01/2026 10:19 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID - Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo kembali melontarkan klaim provokatif. Mereka mengaku telah melakukan penembakan terhadap pesawat yang disebut ditumpangi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, saat melintas di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (13/1).

Klaim tersebut disampaikan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, melalui keterangan tertulis yang diterima media. Dalam pernyataannya, Sebby menyebut penembakan dilakukan oleh Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo di bawah pimpinan Akar Heluka terhadap sebuah pesawat sipil yang diklaim membawa aparat militer dan memasuki wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah perang.

Sebby juga menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh Mayor Kopitua Heluka sebagai peringatan keras kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar tidak memasuki wilayah Yahukimo. Bahkan, TPNPB-OPM mengancam akan melakukan penembakan terhadap rombongan Wakil Presiden apabila tetap memasuki wilayah tersebut.

Selain ancaman kepada Wakil Presiden, TPNPB-OPM turut menyampaikan peringatan kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran kabinet. Mereka mendesak pemerintah pusat untuk menyelesaikan apa yang disebut sebagai sengketa politik di Tanah Papua. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, kelompok tersebut mengancam akan menggagalkan seluruh aktivitas pembangunan di Papua.

TPNPB-OPM juga mengimbau masyarakat adat Papua, dari Sorong hingga Samarai, agar tidak menyerahkan tanah adat untuk kepentingan pembangunan, termasuk perkebunan dan pembangunan pos militer. Menurut mereka, aktivitas tersebut mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat Papua.

Menanggapi klaim tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel Inf Tri Purwanto, membantah tegas seluruh pernyataan TPNPB-OPM. Ia meminta masyarakat tidak mempercayai informasi yang disebarkan kelompok tersebut karena tidak didukung bukti yang jelas.

“Video yang beredar tidak menunjukkan lokasi secara jelas. Selain itu, berdasarkan rundown kegiatan Wakil Presiden pada Selasa (13/1), Wapres tidak melintasi wilayah Yahukimo,” tegas Tri Purwanto melalui pesan WhatsApp, Rabu (14/1).

TNI memastikan situasi keamanan tetap terkendali dan kegiatan kenegaraan Wakil Presiden berlangsung sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan.*(Cendrawasih Post)

Artikel Lainnya