Daerah

Bakti Sosial PP ISKA di Surabaya, Menggali Inspirasi dan Mengembangkan Jaringan Bagi Gerakan

Oleh : very - Rabu, 28/01/2026 12:50 WIB


PP ISKA berfoto bersama ketika ziarah ke makam Pahlawan Nasional Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, WR. Supratman. (Foto: Ist)

 

Surabaya, INDONEWS.ID  - Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia ( ISKA ) bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Cabang ISKA Cabang Surabaya menggelar Natal dan Tahun Baru 2026 di Surabaya, Sabtu-Minggu (24-25 Januari 2026).

Acara ini sekaligus untuk mewujudkan tema kepengurusan PP ISKA yakni “Menjunjung Martabat Kemanusiaan dan Kesetaraan“. Ada tradisi yang kuat dalam organisasi ISKA untuk selalu berbagi perhatian dengan sesama yang dilakukan saban tahun.

Ketua DPC ISKA Surabaya, Dr. Farida Suhud yang juga Ketua Panitia kegiatan mengatakan acara ini diisi dengan berbagai kegiatan antara lain misa dan bakti sosial.

 

Ketua Presidium PP ISKA  Pimpin Rombongan dari Jakarta

Rombongan PP ISKA beranjak dari Jakarta pada Jumat (23/1) sore dan tiba di Surabaya pada Sabtu (24/1) pagi. Rombongan dari Jakarta yang terdiri dari 24 anggota pengurus Presidium Pusat ISKA yang terdiri dari para Kepala Departemen, Kesekjenan dan Bendahara Pengurus Pusat itu dipimpin langsung oleh Ketua Presidium PP ISKA  Ir. Luky A. Yusgiantoro, MSc, Mspec, PhD.

Acara pagi itu dibuka dengan City Tour di Kota Surabaya dan Sekitarnya. Hadir juga Pengurus DPD ISKA DKI Jakarta dan DPD ISKA Jawa Tengah.

“Acara ini diharapkan  dapat menjadi ajakan bagi masyarakat luas dalam meramaikan dengan mengunjungi destinasi wisata di tanah air, khususnya di wilayah daerah Surabaya,” ujar Panitia. 

City Tour dimulai dengan melakukan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, WR. Supratman.

Selanjutnya mengunjungi Jembatan Suramadu dan mampir di gerai usaha souvenir dan makanan khas Bangkalan Madura yang dikelola UMKM setempat. Karena keterbatasan waktu, rombongan tidak sempat mampir di Museum Kapal Selam yang terletak di dekat area Delta Plaza Surabaya.

Rombongan ISKA akhirnya berlabuh di pusat kuliner di  depot Bu Rudy di wilayah Dharmahusada untuk menikmati kuliner dan oleh-oleh khas Surabaya. Beberapa peserta memanfaatkan kunjungan dengan ngobrol dengan sang pemilik, Bu Rudy terkait kiat mengembangkan usaha.

Pada Sabtu sore, ISKA melakukan bakti sosial dengan mengunjungi dan berbagi kasih dengan ibu-ibu dan para lansia serta anak-anak berkebutuhan khusus. 

Yayasan Bhakti Luhur, Sidoarjo jadi pilihan ISKA kali ini. Selama ini yayasan tersebut melayani para lansia dan anak berkebutuhan khusus. Jumlah penghuni panti tersebut sekitar 150 orang. PP ISKA memberi bantuan berupa barang kebutuhan maupun uang.

Acara di tempat ini diawali dengan Misa Syukur  yang dipimpin oleh  Romo Benny Pr,  seorang Imam Praja Surabaya yang juga menjadi moderator DPC ISKA Surabaya. 

Romo Benny dalam khotbahnya menyambut baik inisiatif kegiatan ini yang merupakan karya nyata ISKA bagi sesama. Iman yang mewujud dalam cahaya perhatian bagi sesama.  

Setelah misa dilanjutkan dengan acara penyerahan bantuan dan berbagi kasih lewat acara hiburan seperti menyanyi, kuis lagu, permainan hiburan sulap dan santap malam bersama.

 

 

Acara Pamungkas Audiensi dengan Uskup Surabaya

Rombongan ISKA belum tuntas menyelesaikan agenda acara pada hari ini. Waktu telah menunjukkan pukul 19.30.

Masih tersisa acara pamungkas yaitu audiensi dengan Uskup Surabaya Mgr Agustinus Tri Budi Utomo di Gereja HYMK, Katedral Surabaya. 

Rombongan ISKA diterima Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, di ruang pertemuan Lt. 2 Katedral Surabaya. Acara dimulai dengan memperkenalkan diri baik dari rombongan PP ISKA maupun tuan rumah.

Dalam audiensi, Uskup Surabaya, yang akrab disapa Romo Didik  ini menekankan pentingnya keberanian untuk mendefinisikan ulang keberadaan organisasi serta menghidupkan spiritualitas kehadiran.

Uskup  menegaskan bahwa keberadaan PP ISKA tidak boleh berhenti pada struktur organisasi, melainkan harus menghadirkan dampak nyata bagi kebaikan bersama – yang sejalan dengan moto ISKA: untuk kebaikan bersama (pro bono publico)

“Keberadaan PP ISKA mesti membawa dampak bagi kebaikan bersama. Kehadiran PP ISKA harus terlihat, mulai dari Jakarta hingga ke level lokal seperti paroki dan kecamatan, terutama pada momen-momen penting,” ujar  Romo Didik. 

Menurutnya, PP ISKA memiliki ruang peran yang luas, khususnya dalam menjalankan fungsi kecendekiawanan dan kehidupan intelektual bagi bangsa dan Gereja. Karena itu, proses rekrutmen anggota dinilai perlu dilakukan secara lebih strategis, agar organisasi ini diisi oleh sumber daya yang berkualitas dan relevan dengan tantangan zaman.

Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo juga menekankan pentingnya kehadiran para cendekiawan Katolik yang berdampak di tengah masyarakat. Ia menilai, umat dan masyarakat luas membutuhkan peran intelektual untuk menjernihkan persoalan-persoalan sosial sekaligus menghadirkan solusi yang kreatif dan transformatif.

Ketua Umum PP ISKA  Ir. Luky  A Yusgiantoro , MSc, PhD  menyatakan sependapat dengan penekanan yang disampaikan Uskup Surabaya tersebut.

Ia mengatakan, arahan dari para pemimpin Gereja menjadi penting bagi PP ISKA untuk menajamkan orientasi gerak organisasi.  “Kami membuka diri terhadap semua masukan yang konstruktif,” kata Luky.  

Luky menambahkan, penguatan keberadaan ISKA memang perlu dilakukan secara menyeluruh, dari tingkat pusat hingga ke daerah. Hal itu mencakup perluasan keanggotaan para cendekiawan dan intelektual yang tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga kualitas.

Menurut Luky, dalam masa kepemimpinannya, ISKA telah berupaya membuka ruang bagi keterlibatan intelektual muda. Di sejumlah daerah, kepemimpinan ISKA bahkan dijalankan oleh generasi muda dari kalangan dosen maupun profesi lainnya.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal PP ISKA, Dr. Ch Arie Sulistiono, MM, menegaskan bahwa ISKA merupakan Organisasi Kemasyarakatan Katolik  yang kehadirannya di daerah merupakan bentuk kesadaran penegasan kehadiran cendekiawan Katolik, dan bukan sekadar bentukan pengurus pusat ISKA. 

Dia mengatakan bahwa saat ini, ISKA belum  hadir di semua propinsi, baru ada di 28 propinsi dari 38 propinsi yang ada. Oleh karena itu, Arie meminta bantuan Keuskupan Surabaya untuk memfasilitasi kalangan sarjana dan kaum cendekiawan untuk mendirikan ISKA di wilayah Jawa Timur, khususnya yang masuk wilayah gerejawi Keuskupan Surabaya. Sejauh ini, kata Arie, untuk wilayah Provinsi Jawa Timur baru ada ISKA Cabang Surabaya, Malang dan Banyuwangi.

Walaupun singkat, pertemuan yang berlasung satu jam tersebut memberi banyak masukan dan inspirasi bagi gerakan ISKA selanjutnya. 

Mgr Agustinus Tri Budi Utomo telah membuka jalan bagi pengembangan jaringan kepengurusan ISKA dan program-program kerja sama yang mungkin dilakukan demi kebaikan bersama. 

Acara ditutup dengan doa dan berkat dari Bapak Uskup serta diakhiri dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan. Kemudian, rombongan PP ISKA meninggalkan Wisma Keuskupan Surabaya dan kembali ke Jakarta, sekitar pukul 22.05. *

 

Artikel Lainnya