Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto melantik anggota Dewan Energi Nasional di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 28 Januari 2026. Pada pelantikan tersebut, Presiden Prabowo mengangkat anggota Dewan Energi Nasional dari unsur pemerintah dan pemangku kepentingan.
Adapun anggota Dewan Energi Nasional dari pemerintah yang dilantik, yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional; Menteri Keuangan sebagai anggota Dewan Energi Nasional; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai anggota Dewan Energi Nasional; Menteri Perhubungan sebagai anggota Dewan Energi Nasional; Menteri Perindustrian sebagai anggota Dewan Energi Nasional; Menteri Pertanian sebagai anggota Dewan Energi Nasional; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai anggota Dewan Energi Nasional; dan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup sebagai anggota Dewan Energi Nasional.
Sementara anggota Dewan Energi Nasional dari pemangku kepentingan yang dilantik, yaitu Johni Jonatan Numberi; Mohammad Fadhil Hasan; Satya Widya Yudha; Sripeni Inten Cahyani; Unggul Priyanto; Saleh Abdurrahman; Muhammad Kholid Syeirazi; dan Surono.
Usai dilantik Presiden Prabowo, Fadhil Hasan yang merupakan wakil dari unsur akademisi ini mengatakan anggota DEN akan melakukan koordinasi sembari membuat rencana strategis dan program kerja.
”Ya nanti kita akan buat rencana strategis, dan program kerja. Melakukan koordinasi. Masukan disampaikan ke Ketua Harian dan Ketua,” ujarnya melalui WhatsApp menjawab pertanyaan redaksi terkait apa yang dilakukan setelah pelantikan.
Profil Mohamad Fadhil Hasan
Mohamad Fadhil Hasan lahir di Bogor, Jawa Barat, pada tahun 1959. Tahun ini, ia akan memasuki usia 67 tahun.
Sosok bergelar Dr. Ir. Mohamad Fadhil Hasan, M.Sc ini adalah pakar ekonomi pertanian dan kebijakan pembangunan.
Dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Dewan Energi Nasional, @dewanenergi, Fadhil meraih Doktor Agricultural Economics dari University of Kentucky serta gelar magister di bidang yang sama dari Iowa State University.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor, Ia melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat.
Kompetensi akademik Fadhil pun diperkuat melalui berbagai pelatihan profesional, seperti di Harvard Institute for International Development dan Economic Institute di Amerika Serikat.
Karier
Mohamad Fadhil Hasan memiliki rekam jejak banyak di sektor publik. Ia pernah menjabat sebagai Tim Ahli Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin pada periode 2019–2021.
Fadhil juga pernah menjadi anggota sekaligus Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia pada tahun 2013–2020.
Pada periode 2016–2019, ia menjadi bagian dari Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional.
Pada periode yang sama, Fadhil diangkat menjadi Direktur Keberlanjutan di Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Kelapa Sawit.
Selain itu, Fadhil juga berkiprah sebagai Direktur dan Advisor Corporate Affairs di Asian Agri Group pada periode 2017–2024.
Fadhil juga dikenal sebagai Pendiri dan Peneliti Senior di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) sejak tahun 2020. Fadhil juga aktif menjadi dosen doktoral di Administrasi Bisnis IPB.
Dia dikenal kritis dan memiliki pandangan mumpuni karena itu sering diundang pada berbagai forum diskusi. Fadil aktif sebagai narasumber dalam berbagai konferensi nasional dan internasional, khususnya yang membahas sektor minyak kelapa sawit, ekonomi pertanian, industri biodiesel dan keberlanjutan. *