Jakarta, INDONEWS.ID--Jannik Sinner sukses enyingkirkan Ben Shelton dengan kemenangan tiga set pada pertarungan sengit di Rod Laver Arena, Melbourne, Rabu (28/1).
Kemenangan ini memastikan petenis peringkat dunia nomor 2 kembali melaju ke semifinal Australian Open 2026.
Kemenangan ini juga memperpanjang catatan dominannya di Grand Slam pembuka musim ini.
Hasil ini tentu semakin menguatkan ambisi si Raja Melbourne Park mempertahankan gelar di Australia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Sejatinya, Sinner tidak mengalami hambatan berarti saat menghadapi Ben Shelton.
Berduel dengan unggulan kedelapan dalam laga perempat final, Sinner hanya membutuhkan dua jam 23 menit.
Dengan skor 6-3, 6-4, 6-4, petenis Italia itu tidak memberi ruang bagi Shelton untuk mengembangkan permainan agresifnya.
Sinner sangat dominan dalam reli-reli dasar lapangan. Taktik ini memaksu Shelton dalam posisi defensif dan hingga melakukan kesalahan tidak perlu.
Meskipun unggul, Sinner tetap rendah hati dan memuji penampilan lawannya.
“Ben memiliki servis yang besar dan permainannya berkembang pesat setiap tahun. Tetapi saya sangat puas dengan penampilan saya hari ini,” ujar Sinner usai pertandingan.
Kemenangan ini juga menambah panjang rekor head-to-head Sinner atas Shelton, dengan catatan 9-1 di semua pertemuan mereka—termasuk di Grand Slam dan turnamen tingkat tinggi lainnya.
Sekadar diingat, perjalanan Sinner ke semifinal tidak sepenuhnya mulus.
Pada babak sebelumnya, ia sempat mengalami kesulitan fisik akibat kondisi panas ekstrem di Melbourne Park.
Suhu yang melampaui 38 °C memaksa protokol suhu ekstrem diberlakukan.
Bahkan dalam laga melawan Eliot Spizzirri, Sinner sempat mengalami kram hingga pertarungan sempat dihentikan sementara.
Atap stadion pun harus ditutup untuk menurunkan suhu lapangan. Setelah jeda, ia mampu memenangi pertandingan tersebut 4-6, 6-3, 6-4, 6-4.
Tiada larangan resmi dari penyelenggara maupun pejabat turnamen atas keputusan menutup atap.
Namun kondisi panas ini menjadi sorotan luas selama gelaran Australian Open, termasuk dari pemain lain dan pakar kesehatan olahraga.
Dengan lolos ke semifinal, Sinner berduel dengan Novak Djokovic, yang juga berhasil melaju ke semi-final.
Novak lolos setelah lawannya Lorenzo Musetti memutuskan mundur karena cedera saat memimpin di babak perempat final.
Duel ini akan menjadi pertemuan besar antara dua legenda tenis modern.
Diketahui, Djokovic memegang rekor gelar Australian Open tertinggi dalam sejarah.
Laga semifinal ini kian penting bagi Sinner karena peluangnya untuk menjadi juara tiga kali berturut-turut di Melbourne.
Ia telah mempertahankan gelar Australian Open sejak 2024 dan kini mengejar kesempatan menjadikan dirinya sebagai pemain yang benar-benar dominan.