Jakarta, INDONEWS.ID-- Petenis tunggal putra Spanyol, Carlos Alcaraz menunjukkan reputasinya di turnamen tenis grand slam Australian Open 2026.
Berlangsung di lapangan Rod Lavers Arena, Melbourne, Australia, Minggu (1/2) mulai pukul 19.30 waktu Melbourne atau pukul 15.30 WIB, Alcaraz menang atas petenis asal Serbia, Novak Djokovic.
Petenis unggulan 1 dan peringkat 1 ATP itu menang dengan skor 2-6, 6-2, 6-3 dan 7-5.
Kemenangan atas Djokovic, petenis unggulan 4 dan peringkat 2 ATP itu diraih setelah berduel selama 182 menit atau 3 jam 2 menit.
Ini merupakan pertama kali jadi juara grand slam Austalian Open bagi Alcaraz. Sedangkan Djokovic sudah 10 kali juara.
Tercatat, duel Alcaraz kontra Djokovic di final Australian Open 2026 ini merupakan pertemuan yang ke-10 dengan skor 4:5.
Kemenangan Alcaraz atas musuh bebuyutannya ini mengubah skor menjadi imbang 5:5.
Petenis Spanyol ini jadi petenis tunggal putra termuda di era terbuka turnamen tenis grand slam yang berhasil meraih kemenangan di keempat turnamen tenis grand slam.
Tercatat, Alcaraz menang atas Djokovic pada semifinal US Open 2025, Final Wimbledon 2024, Final Wimbledon 2023, semifinal ATP Masters 1000 Madrid, dan kini inal Australian Open 2026.
Sementara Djokovic menang atas Alcaraz pada perempat final Australian Open 2025, final Olimpiade Paris 2024, final Nitto ATP 2023, final ATP Masters 1000 Cincinnati 2023 dan semifinal Roland Garros 2023.
Kemenangan Alcaraz atas Djokovic menjadi spesial jika mencermati rekor yang ditorehkan petenis asal Serbia itu.
Tercatat, Djokovic menjadi pemegang 24 gelar juara grand slam.
Dia memenangkan Australian Open sebanyak 10 - (2008, 2011, 2012, 2013, 2015, 2016, 2019, 2020, 2021, 2023).
Tidak hanya itu, Djokovic juga memenangkan Roland Garros sebanyak 3 - (2016, 2021, 2023).
Dia juga pemegang juara Wimbledon sebanyak 7 - (2011, 2014, 2015, 2018, 2019, 2021, 2022), dan US Open sebanyak 4 - (2011, 2015, 2018, 2023).
Dominasi Alcaraz di Rod Laver Arena mementahkan ambisi Djokovic untuk meraih gelar ke-25.
Meski sempat tertinggal di set pertama, Alcaraz bangkit dan menutup laga dengan skor akhir 2-6, 6-2, 6-3, dan 7-5.
Pencapaian ini melampaui rekor Rafael Nadal yang sebelumnya meraih status serupa pada usia 24 tahun.
Laga final ini bukan sekadar pamer teknik, melainkan uji ketahanan mental.
Alcaraz yang sempat kepayahan menghadapi agresivitas Djokovic di awal laga, perlahan menemukan ritme permainannya.
Ketenangan Alcaraz dalam poin-poin krusial menjadi kunci kemenangan. Tekadnya yang tak mau kalah salah satu faktor kemenangan.
"Saya benci menyerah. Setiap detik penderitaan dan perjuangan di lapangan selalu sepadan pada akhirnya," ujar Alcaraz sebagaimana dikutip dari AFP.
Petenis berusia 22 tahun itu kini mengoleksi tujuh gelar Grand Slam, bersanding dengan nama besar seperti John McEnroe dan Mats Wilander.
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi momen pahit karena untuk pertama kalinya ia takluk di final Melbourne setelah 10 kali selalu menang.
Di usia 38 tahun, Djokovic masih kompetitif, namun kebangkitan Alcaraz dan Jannik Sinner menjdi sinyal bahwa tongkat estafet tenis dunia telah benar-benar berpindah tangan ke generasi baru.
Dengan kemenangan ini Alcaraz kini ada di puncak peringkat ATP, disusul Sinner di posisi kedua.
Sementara Djokovic naik ke peringkat ketiga menggusur Zverev ke peringkat 4.