Nasional

PNM Salurkan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Nasabah Mekaar, Dorong Pemutusan Rantai Kemiskinan

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 06/02/2026 20:13 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Pendidikan kerap dipandang sebagai kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Berangkat dari semangat tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program pemberdayaannya menyalurkan beasiswa pendidikan bagi anak-anak nasabah PNM Mekaar di berbagai daerah.

Program beasiswa ini tidak hanya menyasar nasabah sebagai pelaku usaha ultra mikro, tetapi juga keluarga mereka, khususnya anak-anak yang berisiko putus sekolah. Beasiswa diberikan mulai dari jenjang sekolah dasar, pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C, hingga perguruan tinggi strata satu (S1). Bantuan yang disalurkan mencakup biaya pendidikan serta dukungan penunjang pembelajaran, sehingga penerima manfaat dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani kendala ekonomi.

Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan tersebut. Ia sempat berhenti sekolah karena keterbatasan biaya orang tua. “Waktu tahu dapat beasiswa ini, rasanya seperti diberi kesempatan kedua untuk mengejar cita-cita,” ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PNM melalui inisiatif PNM Peduli. Upaya tersebut juga diperkuat dengan penyediaan Ruang Pintar di 160 titik di Indonesia sebagai sarana pendukung pembelajaran bagi anak-anak dari keluarga nasabah.

Di wilayah Kediri, program beasiswa ini telah menghadirkan dampak nyata. Sebanyak 23 anak nasabah menerima bantuan pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar, pondok pesantren, hingga perguruan tinggi. Pemimpin Cabang PNM Kediri, Ucok Febri Agustinus, menyampaikan bahwa dukungan pendidikan menjadi bagian penting dari pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Kami melihat langsung bagaimana kebahagiaan para orang tua ketika anak-anak mereka mendapatkan kesempatan untuk terus sekolah. Ini bukan hanya tentang bantuan biaya, tetapi tentang menjaga mimpi anak-anak mereka tetap hidup,” ujarnya.

PNM menilai pemberdayaan tidak berhenti pada penguatan usaha ekonomi, tetapi juga tumbuh melalui investasi pada masa depan keluarga. Dengan memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi generasi berikutnya, harapan keluarga dapat terjaga dan peluang perubahan sosial ekonomi terbuka lebih luas. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan memerlukan pendekatan menyeluruh yang menyentuh akar persoalan.*

Artikel Lainnya