Nasional

Satgas Damai Cartenz Turunkan Pasukan Usai Penembakan Pesawat Smart Air

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 12/02/2026 16:50 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz mengirimkan pasukan ke lokasi penembakan pesawat Smart Air PK-SNR yang terjadi di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026). Insiden tersebut mengakibatkan dua awak pesawat meninggal dunia.

Pesawat komersial perintis tipe A/C C208B Ex dengan rute Tanah Merah (TMH) – Korowai Batu (DNW) – Tanah Merah (TMH) itu ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) saat mendarat siang hari. Saat kejadian, pesawat membawa 13 penumpang yang terdiri dari 12 orang dewasa dan satu bayi. Seluruh penumpang dilaporkan selamat.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigadir Jenderal Faizal Ramadhani menyampaikan duka cita atas meninggalnya pilot Kapten Egon Erawan dan kopilot Kapten Bas Koro.

“Tindakan penembakan terhadap penerbangan sipil adalah kejahatan serius. Satgas Damai Cartenz bergerak cepat untuk mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta memburu pelaku agar dapat diproses sesuai hukum,” ujar Faizal dalam keterangan tertulis, Rabu.

Faizal menjelaskan, pengiriman pasukan ke lokasi telah dimulai sejak sore hari. Tambahan pasukan akan diberangkatkan pada Kamis pagi guna memperkuat penyelidikan dan pengejaran pelaku.

Wakil Kepala Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Komisaris Besar Adarma Sinaga menegaskan pihaknya akan memperketat pengamanan jalur penerbangan sipil di wilayah pedalaman Papua, terutama untuk pesawat perintis yang menjadi akses utama transportasi masyarakat.

“Kami tidak akan membiarkan aksi teror seperti ini mengganggu akses logistik, kesehatan, dan mobilitas warga. Langkah penindakan dan pengejaran pelaku sedang berjalan,” kata Adarma.

Berdasarkan kronologi, pesawat berangkat dari Bandara Tanah Merah pukul 10.35 WIT. Sekitar pukul 11.00 WIT, Polres Boven Digoel menerima informasi awal terkait insiden penembakan tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menjelaskan, serangan terjadi saat pesawat hendak mendarat.

“Pada saat mendarat mendapat penyerangan berupa penembakan ke arah pesawat dari arah hutan samping areal bandara,” ujar Cahyo.

Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 13.27 WIT, polisi menerima informasi bahwa insiden tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia, yakni pilot dan kopilot pesawat.

Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan pengamanan lokasi serta memburu pelaku penembakan.*

Artikel Lainnya