Jakarta, INDONEWS.ID — Satuan Tugas Damai Cartenz mengidentifikasi sebanyak 20 orang sebagai pelaku penyerangan dan penembakan terhadap pesawat Smart Air di Lapangan Terbang Korowai Batu, Papua.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Faizal Rahmadani, mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan bahwa penyerangan dilakukan oleh 20 anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB).
“Penembakan ke pesawat Smart Air dengan nomor penerbangan PK-SNR itu terjadi saat pesawat hendak melanjutkan penerbangan ke Dekai, Kabupaten Yahukimo, Rabu (11/2),” kata Faizal, dikutip dari Antara, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Faizal, kelompok tersebut dilaporkan keluar dari penginapan yang berada di pinggir lapangan terbang dan langsung menembaki pesawat. Aksi itu membuat penumpang dan kru berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga berasal dari kelompok KKB Kanibal dan Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak dari Yahukimo.
Dalam olah TKP, tim menemukan sedikitnya 13 titik tembakan di badan pesawat. Selain itu, petugas juga mencatat adanya 23 selongsong amunisi di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula saat pesawat Smart Air mendarat sekitar pukul 10.30 WIT di Lapangan Terbang Korowai Batu dan bersiap melanjutkan penerbangan menuju Dekai. Saat pilot menghidupkan mesin, KKB tiba-tiba muncul dan melepaskan tembakan.
“KKB tiba-tiba muncul dan menembaki saat pilot pesawat Smart Air sedang menghidupkan mesin sehingga penumpang dan kru turun dari pesawat untuk menyelamatkan diri,” ujar Faizal.
Ia menambahkan, kelompok bersenjata tersebut kemudian mengejar dan menembaki dua kru pesawat hingga tewas. Jenazah kedua korban telah dimakamkan di kota asal masing-masing.
Para saksi di lokasi kejadian mengaku tidak mengenal para pelaku dan menduga mereka bukan warga setempat Korowai.
Saat ini, Satgas Damai Cartenz masih melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku penyerangan. Aparat keamanan juga meningkatkan pengamanan di wilayah Yahukimo dan sekitarnya guna mencegah insiden serupa terulang.