Jakarta, INDONEWS.ID - Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan, menyampaikan pesan khusus kepada Indonesia terkait rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza. Hamas menekankan agar Indonesia tetap bersikap netral dan tidak terlibat dalam urusan pemerintahan internal wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya kepada Al Jazeera, Hamdan menyatakan bahwa Palestina menolak segala bentuk perwalian asing atas Gaza. Ia menegaskan, jika ada pasukan internasional yang dikerahkan, peran mereka harus dibatasi pada tugas-tugas pengamanan perbatasan serta mencegah serangan Israel, tanpa campur tangan dalam tata kelola internal Gaza.
Hamdan juga menanggapi rencana Indonesia yang disebut akan mengirim ribuan personel sebagai bagian dari pasukan perdamaian. Menurutnya, Hamas telah melakukan komunikasi langsung dengan pemerintah Indonesia.
“Kami menekankan bahwa setiap pasukan asing harus tetap netral dan tidak bertindak dengan cara yang bertentangan dengan kehendak Palestina atau berfungsi sebagai pengganti pendudukan Israel,” ujar Hamdan, seperti dikutip Jordan Daily, beberapa waktu lalu.
Hamdan menambahkan, pejabat Indonesia telah meyakinkan Hamas bahwa peran pasukan Indonesia akan terbatas. Pasukan tersebut disebut akan ditempatkan secara terpisah dari pasukan Israel maupun Palestina, dengan fokus mencegah agresi dan menjaga stabilitas.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Indonesia tengah membahas kemungkinan pengiriman sekitar 8.000 personel ke Gaza.
“[Jumlah personel] belum. Sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000 itu,” ujar Prasetyo di Stasiun Gambir usai konferensi pers, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini masih dalam tahap persiapan. Namun, apabila kesepakatan internasional telah tercapai, Indonesia menyatakan siap untuk segera mengirim pasukan perdamaian sebagai bentuk komitmen menjaga perdamaian dan stabilitas.
“Ini tentu sebagai sebuah komitmen. Bahwa yang kita lakukan adalah bagian dari peran Indonesia dalam Dewan Perdamaian beserta seluruh turunan teknisnya,” kata Prasetyo.
Menurutnya, keikutsertaan Indonesia juga merupakan upaya mendorong pengakuan terhadap bangsa Palestina sekaligus membantu masyarakat sipil di Gaza. Pemerintah berharap kehadiran pasukan perdamaian dapat menurunkan eskalasi konflik yang terus berlangsung.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak menyatakan kesiapan Tentara Nasional Indonesia, khususnya TNI AD, apabila pengiriman pasukan ke Gaza benar-benar direalisasikan.
Maruli mengatakan pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dengan Mabes TNI terkait kebutuhan personel. Ia menyebut, TNI AD akan menyiapkan prajurit dengan keahlian khusus yang dibutuhkan dalam misi perdamaian.
“Sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan. Karena kita nanti dalam misi perdamaian, berarti Zeni, kesehatan, dan unsur-unsur seperti itu kami siapkan,” ujar Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (9/2/2026).