Nasional

BSI dan PNM Kerja Sama Perkuat Inklusi Syariah UMKM Ultra Mikro, Sasar 300 Ribu Nasabah di Aceh

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 17/02/2026 10:06 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI menandatangani kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memperkuat inklusi keuangan syariah di segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya ultra mikro.

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak menyediakan dan memanfaatkan layanan jasa perbankan bagi nasabah. Pada tahap awal, BSI akan memfasilitasi layanan tabungan bagi sekitar 300 ribu UMKM ultra mikro di Provinsi Aceh.

Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan kolaborasi tersebut menegaskan peran BSI dalam mendorong inklusi syariah yang menjangkau seluruh segmen, termasuk UMKM.

“Saat ini kami terus memperkuat peran UMKM melalui pendampingan dan pelatihan di BSI UMKM Centre yang menghasilkan lebih dari 4.900 UMKM binaan yang diharapkan bisa mencetak lapangan kerja baru di wilayahnya. Untuk itu, tabungan ini juga menjadi entry gate agar pengelolaan transaksi keuangan UMKM lebih transparan dan tercatat sehingga bankable,” kata Anton dalam keterangan resmi, Senin (16/2/2026).

Ia menambahkan, kerja sama ini menargetkan integrasi layanan perbankan yang komprehensif antara sistem PNM dan BSI, termasuk kemudahan pembukaan rekening serta transaksi keuangan. Selain itu, BSI menyediakan fasilitas perbankan syariah yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah ultra mikro guna memperluas penetrasi layanan keuangan yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

Pemilihan Aceh, menurut BSI, didasarkan pada komitmen perseroan dalam memperkuat sistem keuangan syariah di wilayah tersebut. BSI juga tercatat sebagai bank syariah terbesar di Aceh.

Langkah ini menjadi kelanjutan strategi perseroan dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas segmen UMKM yang terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hingga Desember 2025, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI mencapai Rp380 triliun atau tumbuh 16,20 persen secara tahunan, dengan komposisi CASA sebesar 61,62 persen atau senilai Rp234 triliun.*

Artikel Lainnya