Nasional

PNM Mekaar Turunkan Suku Bunga 5 Persen, Perkuat Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 18/02/2026 10:29 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan program Mekaar dengan menurunkan suku bunga pembiayaan hingga 5 persen. Kebijakan ini diumumkan oleh BRI Group sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi rakyat.

Langkah tersebut menjadi yang pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar, di mana tingkat suku bunga sebelumnya tidak pernah mengalami perubahan. Penurunan ini diharapkan langsung berdampak pada berkurangnya beban angsuran yang dibayarkan oleh para nasabah.

Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, menyebut keputusan tersebut sebagai langkah bersejarah dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil, khususnya perempuan pelaku usaha ultra mikro.

“Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar, tingkat suku bunga yang selama ini tidak pernah berubah kami turunkan hingga 5 persen dari biaya bunga sebelumnya,” ujar Riko.

Sebagai entitas yang berada dalam Holding Ultra Mikro BRI Group, PNM menjalankan program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang memberikan layanan pembiayaan berbasis kelompok bagi perempuan prasejahtera. Program ini tidak hanya menyediakan akses modal, tetapi juga pendampingan usaha secara berkelanjutan.

Dengan penurunan suku bunga tersebut, para nasabah Mekaar memperoleh ruang finansial yang lebih lega untuk mengembangkan usaha mereka. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap perempuan wirausaha ultra mikro di berbagai daerah.

Selain pengumuman penurunan bunga Mekaar, BRI Group juga melaksanakan penyerahan simbolis pembiayaan FLPP dan KPP sebagai bagian dari penguatan ekosistem perumahan rakyat. Langkah ini mempertegas sinergi pembiayaan dari sektor ultra mikro hingga sektor perumahan, demi memperluas akses pembiayaan formal yang terjangkau dan berkelanjutan.

Melalui kebijakan tersebut, PNM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fondasi ekonomi keluarga prasejahtera, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha ultra mikro sebagai tulang punggung ekonomi nasional. 

Artikel Lainnya