Nasional

PNM Mekaar Dorong Kemandirian Perempuan Prasejahtera, Jangkau 22,9 Juta Nasabah

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 05/04/2026 10:04 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Program Mekaar yang digagas PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus membuka peluang baru bagi perempuan prasejahtera di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui akses pembiayaan dan pendampingan usaha.

Kisah perjuangan perempuan seperti Triyulianti di Sidoarjo dan Novi di Jakarta menjadi potret nyata kondisi jutaan perempuan Indonesia. Mereka harus bekerja keras, bahkan sejak subuh hingga malam hari, demi mencukupi kebutuhan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi.

Banyak perempuan prasejahtera menghadapi beban ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengurus rumah tangga. Kondisi ini semakin berat ketika penghasilan keluarga tidak menentu atau harus menopang kebutuhan orang tua.

Menjawab tantangan tersebut, PNM menghadirkan program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang menyasar perempuan ultra-mikro. Program ini memberikan pembiayaan tanpa agunan, disertai pendampingan usaha secara rutin.

Setiap nasabah mendapatkan pelatihan literasi keuangan, manajemen usaha, serta keterampilan wirausaha melalui pertemuan mingguan. Pendampingan dilakukan langsung oleh petugas lapangan untuk memastikan perkembangan usaha berjalan optimal.

Mekaar juga menerapkan sistem kelompok dengan mekanisme tanggung renteng. Dalam satu kelompok, minimal sepuluh perempuan saling terhubung dalam satu unit pembiayaan. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat disiplin pembayaran, tetapi juga membangun solidaritas sosial antar anggota.

Kelompok tersebut berfungsi sebagai jaringan dukungan, di mana anggota saling membantu ketika menghadapi kendala usaha maupun pembayaran. Ketua kelompok berperan mengoordinasikan bantuan internal bersama Account Officer PNM.

Dalam implementasinya, Mekaar juga memiliki skema berbasis syariah dengan menggunakan akad murabahah, wakalah, dan wadiah yang bebas bunga, sesuai dengan prinsip yang ditetapkan Dewan Syariah Nasional MUI.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa lembaganya telah menjalankan mandat negara selama 26 tahun untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

“Selama 26 tahun PNM diberikan mandat oleh negara untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat Indonesia, khususnya prasejahtera,” ujar Arief dalam konferensi pada 24 Maret 2026.

Sementara itu, EVP Pengembangan & Jasa Manajemen PNM, Razaq Manan Ahmad, menyebut pemberdayaan perempuan sebagai kunci pembangunan berkelanjutan.

“Stronger the women, stronger the nation. Perempuan merupakan motor penggerak utama dalam menciptakan kemajuan ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 73 persen pembiayaan PNM kini berbasis syariah, yang disertai pendampingan intensif bagi para nasabah.

Hingga Februari 2026, PNM telah melayani 22,9 juta nasabah perempuan ultra-mikro yang tersebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Program Mekaar sendiri telah menjangkau lebih dari 60.250 desa dan kelurahan.

Capaian ini menjadikan Mekaar sebagai salah satu program pemberdayaan perempuan terbesar di dunia, dengan pendekatan yang menggabungkan pembiayaan, pelatihan, dan kekuatan komunitas.

Ke depan, PNM berharap program ini terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif, dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan sektor swasta.*

Artikel Lainnya