Nasional

Kolaborasi Nasabah PNM Mekaar dan Rinaldy Yunardi Tembus Panggung Nasional, Hasil Lelang untuk Pendidikan

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 22/02/2026 11:39 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Di balik tumbuhnya usaha kecil di sudut kampung, tersimpan proses panjang belajar, mencoba, jatuh, hingga bangkit kembali. Bagi jutaan perempuan prasejahtera, kesempatan berkembang bukan sekadar soal tambahan modal, tetapi juga tentang pendampingan dan akses menuju peluang yang lebih luas.

Melalui pendekatan pemberdayaan menyeluruh, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan dukungan berupa pembiayaan, pendampingan usaha, serta akses jejaring kreatif bagi pengusaha ultra mikro, mikro, dan kecil agar dapat tumbuh berkelanjutan.

Komitmen tersebut tercermin dari kolaborasi karya nasabah PNM Mekaar Cabang Cirebon, Ariri, seorang pengrajin batik, dengan desainer ternama Indonesia, Rinaldy Yunardi. Karya kolaboratif itu ditampilkan dan dilelang dalam rangkaian kegiatan Sonderlab x Kaca Kreatif pada 23–26 Oktober 2025. Seluruh hasil lelang didonasikan untuk mendukung pendidikan di Indonesia.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa karya pelaku usaha ultra mikro tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial yang lebih luas.

“Saya tidak pernah menyangka usaha batik yang sederhana bisa tumbuh sejauh ini. Terima kasih kepada PNM yang selalu mendampingi, memberi pelatihan, hingga akhirnya saya diberi kesempatan berkolaborasi dengan desainer sekelas Rinaldy Yunardi. Ini bukan hanya kebahagiaan bagi saya, tapi juga kebanggaan bagi keluarga dan daerah saya,” ujar Ariri.

Selain Ariri, Ibu Sri, pengrajin topeng asal Kota Udang, Cirebon, menjadi representasi lain pengusaha binaan yang siap melangkah ke panggung nasional. Sejak 2010, ia menekuni usaha kerajinan topeng yang berakar dari kecintaannya pada seni tradisi. Pengalamannya sebagai penari topeng di Keraton Kasepuhan Cirebon membentuk kedekatan kuat dengan budaya lokal.

Ibu Sri terus berinovasi, mulai dari memproduksi topeng kayu tradisional hingga menciptakan produk turunan seperti pulpen, pensil, dan magnet kulkas berhias topeng, agar seni tradisi tetap hadir dalam keseharian masyarakat.

Momentum penting datang pada 2022 saat ia bergabung dalam program Mekaar dan mendapatkan pendampingan, pelatihan, serta akses pameran. Perjalanan tersebut berlanjut pada 2025 melalui program Mekaarpreneur, yakni inkubasi usaha intensif selama tiga bulan di Bandung.

Pemimpin Cabang PNM Cirebon, Erwin Syafriadi, menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar pengusaha memiliki daya saing tanpa kehilangan jati diri lokalnya. Hingga Januari 2026, PNM tercatat telah memberdayakan lebih dari 22,9 juta nasabah di seluruh Indonesia.

Kisah Ariri dan Ibu Sri menjadi gambaran bahwa dengan akses pembiayaan, pembinaan, dan ruang aktualisasi, warisan budaya tidak hanya terjaga, tetapi juga tumbuh sebagai sumber kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya.*

Artikel Lainnya