Jakarta, INDONEWS.ID - Salah satu pendiri raksasa toko online Inggris, ASOS, Quentin Griffiths, dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari sebuah gedung apartemen di Pattaya, Thailand. Kepolisian Thailand mengidentifikasi pria yang ditemukan tewas pada 9 Februari lalu tersebut sebagai Griffiths.
Layanan darurat menemukan jasadnya di tanah tepat di bawah balkon apartemennya. Berdasarkan laporan awal, korban ditemukan tanpa mengenakan sepatu. Polisi memastikan saat kejadian Griffiths berada seorang diri di dalam kamar yang terkunci dari dalam, serta tidak ditemukan tanda-tanda masuk paksa.
Kematian Griffiths terjadi di tengah dugaan perselisihan bisnis dengan mantan istrinya yang berkebangsaan Thailand, Ploy Kringsinthanakun. Kringsinthanakun secara tegas membantah keterlibatan dalam kematian tersebut.
“Saya sama sekali tidak ada hubungannya dengan kematiannya. Bagaimana mungkin saya membunuhnya? Saya tinggal di Bangkok, saya tidak berada di Pattaya,” ujarnya.
Sebelumnya, Kringsinthanakun menuduh Griffiths melakukan penipuan dengan menjual tanah dan saham perusahaan yang mereka kelola bersama senilai sekitar Rp9,9 miliar tanpa sepengetahuannya. Pada Januari lalu, warga negara Inggris itu sempat ditangkap di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, dan diinterogasi atas dugaan pemalsuan dokumen.
Namun Griffiths membantah tudingan tersebut dan menegaskan seluruh transaksi bisnis dilakukan secara sah. Ia kemudian dibebaskan, meski penyelidikan kasus itu disebut masih berlanjut.
Kringsinthanakun mengungkapkan bahwa ia dan Griffiths sudah tidak berhubungan selama empat tahun setelah memergoki mantan suaminya berselingkuh. Ia mengaku baru mengetahui kabar kematian Griffiths setelah dihubungi pengacara.
“Tentu saya sedih atas kematiannya, dia adalah ayah dari anak-anak saya,” katanya.
Ia juga menyatakan kecurigaannya karena tidak ada pemberitaan luas di Thailand terkait kematian tersebut. Selain itu, ia mengklaim bahwa Griffiths melarangnya bertemu anak-anak mereka selama hampir lima tahun.
Jejak Karier di Industri Mode
Quentin Griffiths membantu mendirikan ASOS pada tahun 2000 bersama Nick Robertson dan Andrew Regan. Ia terlibat dalam perusahaan itu hingga 2005.
ASOS kemudian berkembang menjadi salah satu platform fesyen online global terkemuka. Sejumlah tokoh dunia, termasuk Catherine Princess of Wales dan Michelle Obama, diketahui pernah mengenakan busana dari label yang dijual perusahaan tersebut.
Griffiths, ayah tiga anak, pindah ke Thailand sekitar 2007. Setelah bercerai dari istri pertamanya, ia menikahi perempuan Thailand dan memiliki seorang putra serta seorang putri. Namun pasangan tersebut dilaporkan telah berpisah beberapa tahun terakhir.
Hingga kini, pihak kepolisian Thailand masih menyelidiki penyebab pasti kematian Griffiths.