Nasional

Prabowo Kumpulkan Presiden-Wapres Terdahulu di Istana, Bahas Eskalasi Konflik Timur Tengah

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 04/03/2026 11:22 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para presiden dan wakil presiden terdahulu, ketua umum partai politik parlemen, serta mantan menteri luar negeri di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3).

Pertemuan yang membahas eskalasi konflik di Timur Tengah itu berlangsung selama sekitar empat jam, mulai pukul 19.30 hingga 23.30 WIB.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkapkan bahwa Indonesia terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi, untuk menegaskan pentingnya kembali ke meja perundingan guna menghentikan eskalasi.

“Kemudian kita juga menekankan kembali pentingnya untuk kembali ke meja perundingan,” ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam komunikasi tersebut, Indonesia juga menegaskan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan wilayah suatu negara. Sugiono turut menyampaikan niat Presiden Prabowo untuk berperan sebagai mediator dalam konflik yang memanas tersebut.

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran negara-negara Teluk atas serangan yang terjadi di kawasan mereka.

Sugiono menyebut Presiden Prabowo telah melakukan komunikasi langsung dengan para pemimpin negara-negara Teluk, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait, Qatar, dan Bahrain.

“Sudah telepon. Sudah telepon dan masih menunggu waktu MbS, belum bisa ketemu waktunya,” kata Sugiono, merujuk pada Putra Mahkota Arab Saudi.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya aktif Indonesia membangun komunikasi regional di tengah meningkatnya ketegangan.

Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menyatakan peluang keberhasilan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) berpotensi menurun seiring meningkatnya konflik, terutama setelah pecahnya perang di Iran.

“Bayangan bahwa BoP dan misi yang ditujukan untuk ceasefire, bantuan kemanusiaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi bisa jadi potensinya berkurang,” ujarnya.

Hasan menangkap kesan bahwa Presiden Prabowo juga melihat adanya penurunan peluang keberhasilan misi perdamaian tersebut. Ia menyebut evaluasi terhadap keanggotaan Indonesia di BoP menjadi salah satu opsi yang terbuka.

Namun, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan hingga saat ini Indonesia masih berada dalam keanggotaan BoP. Meski demikian, evaluasi tetap dimungkinkan jika terdapat perkembangan bersama negara-negara lain.

Sementara itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, menekankan bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut berfokus pada kepentingan nasional di tengah dinamika global.

“Kepentingan bangsa kita adalah yang paling utama dalam semua aspek kerja sama dengan siapapun,” ujarnya.

Pertemuan lintas tokoh nasional tersebut menunjukkan upaya pemerintah membangun konsolidasi politik dan diplomasi dalam merespons krisis internasional yang kian kompleks, sembari tetap menempatkan stabilitas dan kepentingan nasional sebagai prioritas utama.

Artikel Lainnya