Medan, INDONEWS.ID - Serikat Pekerja Telkomsel (SEPakat) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kepedulian sosial melalui kegiatan penghimpunan dana zakat karyawan Telkomsel melalui Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) secara resmi didonasikan kepada LazisMu.
Dalam sambutannya, Syafiq memberikan apresiasi atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan Telkomsel yang tergabung dalam Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) dalam membangun sinergi antar lembaga.
Dalam sambutan Syafiq yang didampingi oleh M. Qorib dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara yang juga wakil ketua Panitia Pelaksana Muktamar Muhammadiyah tahun 2027 dan Zailani, Dekan Fakultas Agama Islam UMSU serta pendamping setia Nadri yang setia mengawal semua kegiatan yang saya lakukan agar tetap sehat dan terlaksana dengan baik tentunya.
Kegiatan yang diadakan hari ini tentunya membawa berkah karena Muhammadiyah melalui LazisMu menerima sumbangan dari Bapak-Bapak, Ibu-ibu dan Saudara-saudara di Telkomsel yang merupakan penghargaan dan kepercayaan bagi kami untuk menyalurkan bantuan sesuai yang diharapkan sehingga mendorong kami lebih keras lagi berjuang untuk kepentingan masyarakat, membantu para _dhuafa dan .mustadhafin_, _fuqoro_ , _dan masakin_
Ini adalah momen yang sangat penting di bulan Suci Ramadan sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW mengajarkan supaya puasa kita menjadi puasa yang berhasil membawa kita menjadi orang-orang yang bertakwa.
Al-Baqarah · Ayat 183
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Kita tidak penting bertanya apakah kita sudah menjadi orang yang bertakwa atau belum. Apakah takwa kita masih rendah atau sudah tinggi, itu hak Allah untuk menilai. Tetapi bagi kita adalah berusaha untuk memperbaiki, selalu meningkatkan takwa.
Kalau kemarin mungkin nilainya masih enam, sekarang menjadi tujuh atau delapan. Itu lebih penting daripada kemarin sembilan, tapi stagnan di sembilan. Tidak ada progres.
Dan itulah yang dimaksud oleh Allah, Allah akan memberikan pahala dari apa yang dia usahakan. Dan demikian juga Allah akan membalas keburukan yang dilakukan. Itu saya kira jauh lebih penting daripada kita merasa sudah menjadi orang yang benar-benar bertakwa.
Itulah tujuan kita berpuasa, tetapi dibalik itu ada banyak sekali hikmah yang bersifat spiritual, menjadi orang yang semakin dekat dengan Allah SWT. sebagai bekal akan kembali kepada Allah di _Yaumul Akhir_
Mendorong untuk menjadi orang yang sehat secara emosional marah misalnya, yang merupakan tabiat manusia, akan tetapi dengan pengolahan dan latihan selama Ramadan, maka kita akan mampu memanage kemarahan secara proporsional. Ada orang yang kalau marah itu manifestasi yang macam-macam. Diam itu artinya marah. Ada orang yang marah itu mesti berbicara keras-keras, dan membentak. Ada yang orang marah itu dengan membanting piring dan lain sebagainya.
Maka Islam mengajarkan dan mendorong untuk menjadi orang yang mampu mengelola dan mengendalikan marah itu.
Kalau menghilangkan sama sekali mungkin itu sulit, tetapi dengan mengendalikan (memanage) menjadi hal penting, kalau sudah marah maka semakin cepat hilang marah itu akan semakin baik, mungkin dengan puasa ini kita mengatur semua hal itu termasuk tubuh yang sehat secara sosial dan dilatih untuk punya empati dengan salah satu wujud dari bantuan Bapak-bapak dan Ibu-ibu di Telkomsel dengan memberikan sumbangan tadi
Penyerahan dana zakat diterima langsung oleh Direktur Penghimpunan dan Kerja Sama Lazismu, Muhammad Sholeh Farabi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin, serta menegaskan komitmen Lazismu untuk menyalurkan amanah zakat secara profesional, transparan, dan tepat sasaran demi kemaslahatan umat.
Untuk itu penekanan pentingnya kolaborasi antar lembaga sebagai kekuatan strategis dalam membangun kesejahteraan masyarakat, sinergisitas antara Telkomsel dan Lazismu, maupun Telkomsel dengan Muhammadiyah, merupakan wujud nyata kolaborasi produktif yang dapat memperluas dampak kebaikan yang berkelanjutan. Semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di lingkungan karyawan Telkomsel. Melalui pengelolaan zakat yang terorganisir dan kolaboratif, diharapkan kontribusi yang diberikan dapat membantu pemberdayaan masyarakat serta mendukung berbagai program sosial dan kemanusiaan.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, seluruh pihak berharap sinergi kebaikan dapat terus diperkuat demi mempererat ukhuwah, menghadirkan manfaat nyata dan mewujudkan kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa (Nadri)