Jakarta, INDONEWS.ID--La Liga kembali bergulir di sela-sela kompetisi Liga Champions fase perempatfinal.
Pada pekan 31 ini, Real Madrid akan menjamu Girona di Santiago Bernabéu, Madrid, pada Sabtu (10/4) pukul 02.00 WIB.
Laga ini menjadi momentum bangkit bagi Los Blancos. Pasalnya, dua laga terkahir mereka kalah.
Madrid saat ini berjarak tujuh poin dari pemuncak klasemen Barcelona.
Tim asuhan Álvaro Arbeloa menjamu Girona setelah menelan dua kekalahan beruntun.
Mereka kalah 1-2 dari Bayern Munchen di leg pertama perempat final Liga Champions dan 1-2 dari Real Mallorca di ajang liga.
Kekalahan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar di ibu kota Spanyol pada periode krusial musim ini.
Di pihak tim tamu, mereka datang dengan rasa percaya diri tinggi.
Mereka baru saja memetik kemenangan di laga terakhir, unggul 1-0 melawan Villarreal.
Pelatih Girona, Míchel Sánchez, menyatakan bahwa tidak ada waktu yang "baik" untuk bertandang ke Santiago Bernabéu.
Míchel menegaskan, pasukannya memerlukan poin untuk mencapai ambang batas 42 poin, yang secara virtual menjamin bertahan di divisi utama.
Pertandingan ini akan menjadi laga yang "sangat sulit dan rumit" bagi timnya.
Ia pun telah mengingatkan pemainnya untuk tidak terlalu bersemangat ataupun menyerah jika Real Madrid menang.
Formasi kedua tim diproyeksikan akan menampilkan beberapa perubahan.
Real Madrid diprediksi akan menurunkan Lunin; Carreras, Huijsen, Rüdiger, Alexander-Arnold; Bellingham, Tchouaméni, Camavinga, Güler; Díaz, Mbappé.
Sementara itu, Girona diperkirakan akan bermain dengan Gazzaniga; Martínez, Reis, Blind, Moreno; Tsygankov, Martín, Witsel, Beltrán; Ounahi, Vanat.
Kedua tim memiliki catatan skor rendah dalam pertandingan-pertandingan terakhir.
Statistik menunjukkan bahwa 21 dari 30 pertandingan La Liga Real Madrid musim ini berakhir dengan total gol di bawah 3.5.
Girona juga mencatat angka serupa, dengan 25 dari 30 pertandingan mereka berakhir dengan kurang dari 3.5 gol.
Real Madrid kesulitan mengkonversi peluang menjadi gol dalam beberapa pertandingan terakhir.
Dalam dua kekalahan terakhir mereka, tim hanya mampu mencetak satu gol per laga.
Bahkan, empat dari enam pertandingan terakhir mereka mencatatkan kurang dari 3.5 gol.
Sementara Girona juga tidak menunjukkan konsistensi yang sempurna di liga.
Mereka membutuhkan gol bunuh diri dari Pau Navarro (Villarreal) untuk mengamankan tiga poin di kandang pada pertandingan terakhir.
Ini membuat mereka menghindari rekor empat pertandingan tanpa kemenangan dari lima laga terakhir.
Secara head to head, Madrid unggul atas Girona. Pertemuan terakhir kedua tim di Estadio Montilivi pada pekan ke-14 berakhir imbang 1-1.
Saat itu, Azzedine Ounahi mencetak gol untuk Girona, yang kemudian dibalas oleh Kylian Mbappé melalui tendangan penalti.
Míchel mengakui bahwa Real Madrid telah mengalami perubahan dengan masuknya Álvaro Arbeloa sebagai pelatih, yang memengaruhi gaya bermain mereka.
Míchel juga memuji Kylian Mbappé sebagai "pemain diferensial" dan "salah satu striker terbaik dunia bersama Harry Kane" yang sangat sulit dihentikan.
Namun, ia berharap timnya akan mampu menampilkan performa terbaik mereka, meskipun menyadari bahwa hal tersebut mungkin belum cukup untuk mengalahkan Madrid.