Nasional

Badan Bank Tanah Gandeng PNM, Perkuat Pemberdayaan Reforma Agraria

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 14/04/2026 13:10 WIB


Penandatanganan PKS yang dilakukan oleh Plt. Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat bersama Direktur Utama PT PNM, Arief Mulyadi di Kantor PT PNM, Jakarta. (Dok. Badan Bank Tanah). Foto: dok BBT

Jakarta, INDONEWS.ID – Badan Bank Tanah menjalin kerja sama strategis dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) guna mendorong peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat penerima manfaat reforma agraria di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, menegaskan bahwa program reforma agraria tidak sekadar pembagian lahan, melainkan upaya nyata untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

“Bagi kami, tanah bukan sekadar aset, tetapi ruang harapan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan masyarakat yang menjadi subjek reforma agraria benar-benar memiliki kesempatan untuk tumbuh, mandiri, dan sejahtera,” ujar Hakiki dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/4).

Kesepakatan kedua pihak ditandai melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat di atas lahan HPL. Melalui sinergi ini, masyarakat akan memperoleh akses lebih luas terhadap pembiayaan, pendampingan usaha, serta peningkatan keterampilan guna mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimiliki.

Hakiki menambahkan, aspek pemberdayaan menjadi kunci agar pemanfaatan lahan tidak berhenti pada tataran administratif semata, tetapi mampu menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

“Setiap jengkal tanah yang dikelola harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Badan Bank Tanah dalam kolaborasi ini. Ia menegaskan komitmen PNM untuk membuka akses dan peluang yang lebih luas, khususnya bagi perempuan prasejahtera di Indonesia.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin membuka akses, membuka peluang, dan membuka masa depan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Arief.

Ia berharap kawasan HPL yang dikelola Badan Bank Tanah dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif. Tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, kerja sama ini juga mencakup pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, hingga pembentukan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Bayangkan jika di setiap titik pengelolaan lahan tumbuh kelompok usaha perempuan yang kuat, saling mendukung, dan mandiri. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menciptakan komunitas yang berdaya dan sejahtera,” pungkasnya.

Artikel Lainnya