Nasional

Memanas! Trump: Jika Tidak Karena Saya, Paus Leo Tidak Akan Berada di Vatikan

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 14/04/2026 14:01 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Ketegangan antara politik dan moralitas global kembali mencuat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam terhadap pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV, menyusul pernyataan paus soal perang Amerika Serikat melawan Iran.

Lewat unggahan panjang di platform Truth Social pada Senin (13/4), Trump menyatakan ketidaksenangannya terhadap sosok paus yang dinilainya ikut mengkritik kebijakan Presiden AS.

“Saya tidak ingin seorang Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat, padahal saya hanya menjalankan apa yang saya janjikan saat terpilih,” tulis Trump.

Dalam pernyataannya, Trump juga menyoroti klaim keberhasilannya selama menjabat, mulai dari penurunan angka kejahatan hingga pencapaian pasar saham. Ia bahkan membuat pernyataan kontroversial dengan mengklaim memiliki andil dalam terpilihnya Paus Leo XIV menggantikan mendiang Paus Fransiskus.

Menurut Trump, terpilihnya Paus Leo XIV—yang disebutnya sebagai kejutan besar—tidak lepas dari faktor kebangsaan Amerika Serikat dan situasi politik global saat ini.

“Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan,” ujar Trump.

Trump juga meminta Paus Leo XIV untuk “menggunakan akal sehat” dan berhenti, menurutnya, memihak kelompok kiri radikal. Ia menilai sikap tersebut berpotensi merugikan Gereja Katolik.

Paus Leo XIV: Tetap Suarakan Perdamaian

Menanggapi kritik tersebut, Paus Leo XIV menegaskan dirinya tidak gentar terhadap tekanan politik, termasuk dari Trump. Dalam pernyataan kepada media saat perjalanan menuju Aljazair, ia menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan ajaran Injil.

“Saya tidak takut terhadap pemerintahan Trump, ataupun untuk menyuarakan pesan Injil dengan lantang,” ujarnya, seperti dikutip The New York Times.

Saat diminta tanggapan atas kritik Trump di Truth Social, Paus Leo XIV memberikan respons singkat namun tajam.

“Ironis, bahkan dari nama platformnya saja. Tidak perlu saya tambahkan lagi.”

Ia juga menegaskan tidak berniat berdebat secara terbuka dengan Trump dan menekankan bahwa dirinya bukan seorang politisi.

Seruan Perdamaian di Tengah Konflik

Sebelumnya, Paus Leo XIV secara terbuka menyerukan penghentian kekerasan menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang melibatkan Israel sejak akhir Februari lalu.

Dalam khotbahnya di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, ia menegaskan bahwa ajaran Yesus Kristus tidak pernah membenarkan perang.

“Yesus adalah Raja Damai, yang menolak perang dan tidak dapat digunakan untuk membenarkan konflik apa pun,” tegasnya, seperti dikutip Reuters.

Pernyataan Paus Leo XIV tersebut menjadi salah satu suara moral kuat di tengah konflik geopolitik yang terus memanas, sekaligus menandai ketegangan terbuka antara pemimpin agama dan kekuatan politik dunia.

Artikel Lainnya