Internasional

Urbi et Orbi: Paus Mendesak Para Pemimpin Dunia untuk Meletakkan Senjata

Oleh : very - Minggu, 05/04/2026 20:58 WIB


Paus Leo menyapa orang banyak yang berkumpul untuk pidato Urbi et Orbi. Foto: Vatican Media

 

Vatican, INDONEWS.ID  - Paus Leo XIV menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk meletakkan senjata dan memilih “dialog” daripada dominasi.

“Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya!,” desak Paus pada Minggu Paskah dalam pesan tradisionalnya Urbi et Orbi (‘Kepada Kota dan Dunia’) seperti dikutip dari vaticannews.va.

Berbicara kepada puluhan ribu peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Paus Leo mendesak kepada “mereka yang memiliki kekuatan untuk melancarkan perang” untuk memilih perdamaian.

Bukan perdamaian “yang dipaksakan dengan kekerasan”, tetapi perdamaian yang dicapai melalui dialog. “Bukan dengan keinginan untuk mendominasi orang lain, tetapi untuk berdialog dengan mereka,” kata Paus.

Paus Leo juga memperingatkan bahwa dunia "semakin terbiasa dengan kekerasan".

Kita "menjadi acuh tak acuh", bukan hanya terhadap kematian ribuan orang, tetapi juga terhadap "kebencian dan perpecahan" yang disebabkan oleh perang, serta "konsekuensi ekonomi dan sosialnya".

Meminjam ungkapan dari mendiang Paus Fransiskus, Paus Leo memperingatkan tentang "globalisasi ketidakpedulian yang terus meningkat".

"Kita tidak bisa terus acuh tak acuh! Kita tidak bisa pasrah pada kejahatan!," ungkap Paus Leo XIV.

Karena alasan ini, katanya, ia akan memimpin doa bersama untuk perdamaian pada Sabtu depan, 11 April, di Basilika Santo Petrus.

 

Kedamaian Batin yang Menyentuh dan Mmengubah Hati

Sebagai penutup pesan Urbi et Orbi-nya, Paus menekankan bahwa kedamaian Paskah bukan hanya "keheningan senjata" tetapi juga kedamaian batin yang "menyentuh dan mengubah hati kita masing-masing".

"Marilah kita membiarkan diri kita diubah oleh kedamaian Kristus," kata Paus Leo, seraya mempercayakan kepada Tuhan "semua hati yang menderita dan menantikan kedamaian sejati yang hanya Dia yang dapat berikan".

Pada Paskah, Paus mengatakan, Yesus meraih kemenangan atas kematian, dan dengan demikian “mengalahkan musuh lama, penguasa dunia ini, untuk selamanya”.

Namun, Paus Leo menekankan, kekuatan yang dengannya Kristus meraih kemenangan ini “sepenuhnya tanpa kekerasan”, berdasarkan kasih yang “menciptakan dan menghasilkan”, “mengampuni dan menebus”.

Semangat kasih dan pengampunan ini, katanya, adalah “kekuatan sejati” yang membangun perdamaian, dan memupuk hubungan antar individu dan masyarakat. *

 

Artikel Lainnya