Uzbekistan, INDONEWS.ID - Dalam 3 tahun terakhir ini, menjamur cafe-cafe di kota-kota besar dan kota turistik di Uzbekistan seperti Taskent, Samarkand dan Bukhara.
Cafe tentu identik dengan coffee culture. Ada tantangan tersendiri bagi kehadiran Cafe di Uzbekistan, sebagai negara tradisi minum Teh Hijau-- yang dikenal dengan Chaykhona atau Kedai Teh.
Namun budaya pop cosmopolitan global tidak terelakan melanda Uzbek melalui sosial media dengan ciri khas "Public Space and New Lifestyle" yang menciptakan kelas menengah baru yang ingin berbeda dari tradisi lama.
Distingsi kehidupan kosmopolitan ditandai dengan gaya hidup dan selera dimana Kopi menjadi iconnya di seantero dunia. Cafe selalu identik dengan cafe dan mall sebagai gaya millennial.
Peegeseran ini menjadi.peluang Indonesia, yang masuk sebagai produsen kopi terbesar di dunia. Perbedaan geografis Indonesia menjadi berkah bagi ragam dan cita rasa Kopi yang beraneka, unik dan spesial.
KBRI menyongsong geliat kosmopolitanisme Uzbekistan dalam tiga tahun terakhir ini dengan mempromosikan kopi Indonesia diberbagai kesempatan dan acara yang berasal darau berbagai kawasan di Indonesia seperti Bali, Toraja, Lampung, Aceh, Ciwediy, dll.
Grand opening Cafe Espresso 7 Oz dari EGI Resourses di pusat perbelanjaan Tashkent pada tanggal 15 Maret makin.menguatkan posisi kopi otentik Indonesia. KBRI juga bekerjasama dengan Coffee Bean Cafe di Yashkent dalam mempromosikan kelezatan dan keunikan kopi Indonesia.
Pada produk yang lebih massal, KBRI terus mendorong dan mendukung menjualan kopi instan Indonesia seperti Kopi Kapal Api, Torabika 3 in 1, Torabika Cappucino, Kopiko dan produk lainnya di berbagai toko retail di Uzbekistan seperti Korzinka Super Market.
Duta Besar RI, Siti Ruhaini menegaskan: Kita harus gerak cepat mernangkap "peluang" kosmopolitanisme di Uzbek dengan kopi Indonesia --- kita harus kuasai marketnya dengan menggandeng berbagai pihak dari hulunya -- di UMKM di Indonesia sampai hilirnya di cafe- cafe yang memasarkan kopi Indonesia" di sini
Efensib Ghazali, ahli komunikasi dan juga advisor EGI Resources menandaskan: Pokoknya
kalo ngomong kopi di Uzbek, harus kopi Indonesia!, tidak yang lainnya!