Semarang, INDONEWS.ID - PLN UIP2B Jamali melalui PLN UP2B Jateng & DIY menghadirkan program PLN Peduli bertajuk PETIR. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengelola wisata di Desa Candirejo. Kegiatan difokuskan pada penguatan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM).
Langkah tersebut merupakan dukungan nyata pengembangan desa wisata air. Lokasi wisata berada di aliran Sungai Tuntang, Kabupaten Semarang. Sungai ini merupakan penyangga operasional PLTA Jelok dan Timo. PLN berkomitmen menjaga sinergi dengan masyarakat sekitar.
Potensi wisata air di Desa Candirejo dikelola Pokdarwis Pesona Garda. Mereka menawarkan atraksi arung jeram, tubing, hingga aktivitas “jeguran”. Wisata ini menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat setempat. Namun, kapasitas pengelola dalam aspek keselamatan perlu ditingkatkan.
Standardisasi usaha pariwisata berbasis risiko menjadi acuan utama PLN. Hal ini sesuai Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 4 Tahun 2021. PLN memberikan pelatihan pertolongan pertama bagi para pengelola. Penanganan situasi darurat juga menjadi materi pelatihan utama.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, memberikan penjelasan terkait program. Beliau berharap masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Warga juga diajak aktif menjaga kelestarian lingkungan sungai. Dukungan ini menjaga keandalan operasional aset ketenagalistrikan nasional.
Manager PLN UP2B Jateng 7 DIY, Rachmat Hidayat, turut menegaskan komitmen perusahaan. Program PETIR mendorong terciptanya ekosistem wisata yang sangat profesional. Keamanan wisatawan menjadi prioritas utama dalam standar pelayanan. Hal ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata.
PLN juga memberikan bantuan fasilitas sarana pendukung lokasi wisata. Bantuan berupa sistem penerangan dan petunjuk arah di kawasan. Fasilitas tersebut meningkatkan kualitas layanan dan keamanan pengunjung. Sertifikasi pemandu wisata pun diberikan untuk meningkatkan kredibilitas.
Ahli K3 Umum disiapkan untuk mengawasi operasional wisata harian. Langkah ini memastikan setiap aktivitas wisata minim risiko kecelakaan. Wisatawan akan merasa lebih aman saat berkunjung ke Candirejo. Profesionalisme pengelola menjadi kunci utama daya saing destinasi.
Kebijakan ini sejalan dengan RKP Desa Candirejo tahun 2025. Pemerintah desa menekankan pada penguatan ekonomi dan pelestarian lingkungan. PLN menyelaraskan program TJSL dengan visi pembangunan desa tersebut. Sinergi ini menciptakan dampak positif bagi kesejahteraan warga.
Ketua Pokdarwis Candirejo Pesona Garda, Muhammad Zamroni, menyambut baik bantuan. Dukungan sarana dan pelatihan membuat pengelola semakin percaya diri. Mereka siap memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pengunjung datang. Kualitas keselamatan wisata air kini menjadi lebih terjamin.
Program ini mempererat hubungan harmonis antara PLN dan warga. Kesadaran masyarakat terhadap keselamatan ketenagalistrikan juga meningkat secara signifikan. Warga kini memahami pentingnya menjaga keberlanjutan fungsi PLTA Jelok. Hubungan timbal balik ini menguntungkan kedua belah pihak.
Desa Candirejo berpeluang besar menjadi destinasi unggulan di Semarang. Sinergi kuat pemerintah desa dan PLN menjadi modal utama. Inovasi layanan terus dikembangkan untuk menarik minat lebih banyak pelancong. Targetnya adalah kemandirian ekonomi desa yang berdaya saing.
PLN berkomitmen terus menyalakan semangat kemandirian desa di Indonesia. Energi kehidupan ditumbuhkan melalui pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran. Kontribusi nyata ini diharapkan mampu mendorong pembangunan nasional merata. Desa Candirejo kini siap bersaing secara profesional.