Jakarta, INDONEWS.ID, Setiap komunitas pasti punya markas atau tempat nongkrongnya. Di situlah mereka merajut tali silaturahmi. Lewat senyum, sapa dan cerita, mereka membangun persaudaraan sejati. Sederhana, tapi mengena.
Itu pula yang dilakukan komunitas pencinta motor gede (moge) yang mengidentifikasi diri dengan satu nama yaitu Contoleros.
Komunitas Moge Contoleros punya cara untuk membangun suatu komunitas yang guyub, akur, harmoni, penuh persaudaraan dan saling peduli.
Pada Minggu 26 Juli, mereka menyerbu Warung Solo (Warsol), di Jalan Madrasah No.14, RT.7/RW.6, Cilandak Tim Jakarta Selatan.
Tak kurang dari 400-an pengendara moge masuk komplek rumah klasik ala Jawa, dikenal Warsol. Suara gemuruh dari knalpot moge memecah langit.
Tapi tidak ada teriakan atau spanduk berbau anti pemerintah, karena mereka bukan datang demontrasi di rumah makan yang berdiri tenang dan sopan di bawah pohon berdedaunan rimbun.
Para pencinta moge datang dengan senyum, tawa dan saling sapa. Mereka mengitari meja-meja bundar di selasar bangunan utama Warsol.
Ada yang mengelilingi meja-meja di dalam dan samping rumah makan itu, menyeruput kopi hangat dan membuang asap ke langit sambil menunggu sesama saudara Contoleros.
Suasana hangat dalam persaudaraan ditenun di meja-meja makan di Warsol itu. Setelah pas waktunya tiba, para pecinta moge melanjutkan kebersamaan itu di lorong-lorong kota Jakarta.
Setelah menempuh rute-rute di ibukota Jakarta, mereka kemabli ke titik semula dan melanjutkan kebersamaan di Warsol.
Dari informasi yang dihimpun, komunitas Contoleros didirikan tahun 2006. Artinya, saat ini komunitas tesebut sudah berusia 20 tahun.
Komunitas ini didirikan oleh ayahnya Puteri, yang menjadi PIC (Person in Charge) pemegang kendali terselenggaranya HUT ke-20 Contoleros.
Namun semenjak sang pendiri wafat, komunitas ini tidak aktif lagi. Oleh Putri dan suaminya, komunitas ini dihiudpkan lagi.
"Kemarin, tanggal 26 Juli itu pasti ultahnya Rafly, dibuatlah reuni Contoleros. Ternyata sambutannya cukup ramai, sekitar 400 motor yang hadir," kata keterangan yang diterima media ini.
"Kemarin cuma keliling Jakarta sekitar 1 jam dan kumpul lagi di Warsol untuk silahturahmi, reunian dan makan siang. Harapannya agar semua grup touring motor dapat bersatu, saling guyu," tambah keterangan itu.
Sepanjang tur keliling Jakarta, para pengendara moge tidak ada yang ugal-ugalan dan paling penting mereka tetap menunjukkan sikap bahwa tur moge bukan pamer kemewahan.
"Kami justru harus sopan santun berlalu lintas sehimgga tidak menimbulksn kesan negatif di masyarakat."
Dilihat dari rentang usia yang dari lintas generasi, sekitar 30 -50-an, komunitas Contoleros memiliki filosofi kesinambungan dalam mewaris nilai guyub dan harmoni.
Mereka memilih Warsol sebagai tempat nongkrong karena suasananya sangat mendukung, selain parkirnya luas, juga memiliki menu makanan enak dan lokasinya elit.
